Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang indikator Pendidikan di
Kabupaten Bengkayang tahun 2011-2022 berdasarkan Angka Partisipasi Sekolah
(APS), Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Nilai
Ujian Fisika tahun 2015-2019, dengan menggunakan teknik analisis deskriptif
kuantitatif. Data sekunder yang dikumpulkan dari Badan Pusat Statistik (BPS)
termasuk dalam jenis data yang digunakan dalam penelitian ini selama tahun 2011
2022 dan KEMDIKBUD selama tahun 2015-2019 melalui program survei.
Populasi yang digunakan adalah Kabupaten Bengkayang dengan jumlah sekolah
3.053 sekolah. Angka Partisipasi Sekolah di Kabupaten Bengkayang untuk
pendidikan dasar pada jenjang usia 7-12 tahun 97,51%, untuk pendidikan
menengah pertama pada jenjang usia 13-15 tahun 90,65% dan untuk pendidikan
sekolah menengah atas pada jenjang usia 16-18 tahun 68,6%. Partisipasi sekolah
pada tingkat menengah atas rendah meskipun telah adanya aturan tentang wajib
belajar 12 tahun. Sarana dan prasarana yang ada di Kabupaten Bengkayang masih
banyak ruang kelas yang rusak baik dari jenjang pendidikan dasar maupun
pendidikan menengah, kekurangan guru pada semua jenjang pendidikan, masih
banyak sekolah yang belum terakreditasi. Proyeksi angka partisipasi sekolah di
Kabupaten Bengkayang meningkat setiap tahunnya baik dari tingkat pendidikan
dasar maupun pendidikan menegah, karena dengan adanya program wajib belajar
12 tahun serta adanya program keluarga harapan yang mendorong angka putus
sekolah cenderung menurun setiap tahunnya. Nilai ujian nasional Fisika
diKabupaten Bengkayang selama tahun 2015-2019 pada tingkat sekolah menengah
atas (SMA) pada mata pelajaran Fisika memiliki nilai rata-rata UNBK 43,58 dan
UNKP 44,86. Standar nilai kelulusan ujian nasional adalah 5,50 artinya dalam hal
ini nilai ujian nasional yang dilaksanakan di Kabupaten Bengkayang dibawah
standar nilai kelulusan.
Kata Kunci: Pendidikan Indonesia, partisipasi sekolah, ujian nasional, wajib belajar. / The purpose of this study was to examine education indicators in Bengkayang
Regency for 2011-2022 based on school enrollment rates (APS), pure enrollment
rates (APM), gross enrollment rates (APK) and physics exam scores for 2015-2019,
by using quantitative descriptive analysis techniques. Secondary data collected
from the Central Bureau of Statistics (BPS) is included in the type of data used in
this study during 2011-2022 and KEMPDIKBUD during 2015-2019 through a
survey program. The population used is Bengkayang Regency with a total of 3,053
schools. The school enrollment rate in Bengkayang Regency for primary education
at the age range 7-12 years is 97.51%, for junior secondary education at the age
level 13-15 years 90.65% and for senior high school education at the age level 16
18 years 68 .6%. School enrollment at the upper secondary level is low despite the
12 year compulsory education rule. The existing facilities and infrastructure in
Bengkayang Regency still have a lot of damaged classrooms at both the primary
and secondary education levels, there is a shortage of teachers at all levels of
education, there are still many schools that have not been accredited. The projected
school enrollment rate in Bengkayang Regency increases every year at both the
primary and secondary education levels, because the existence of the 12-year
compulsory education program and the existence of the family hope program
encourage dropout rates to tend to decrease every year. The score for the Physics
National Examination in Bengkayang Regency during 2015-2019 at the high school
level (SMA) in the subject of Physics had an average UNBK score of 43.58 and
UNKP 44.86. The standard passing score for the national exam is 5.50, meaning
that in this case the score for the national exam held in Bengkayang Regency is
below the passing grade standard.
Keywords: Indonesian education, school participation, national exams,
compulsory education