Abstract :
KTB Remaja adalah kelompok kecil yang terdiri dari siswa Kristen dan non-
Kristen yang bertemu seminggu sekali untuk membangun relasi dan diskusi antara
anggota sebagai anggota tubuh Kristus. Di SMA Swasta Kristen Jakarta Utara program
KTB Remaja belum memiliki desain kurikulum yang jelas dan terorganisir, sehingga
tujuannya tidak dapat tercapai sepenuhnya. Peserta didik cenderung menganggap KTB
Remaja kurang penting dibandingkan dengan kegiatan lain, sehingga partisipasi
peserta didik rendah. Disamping itu juga kurangnya kesadaran bahwa KTB Remaja
dapat menjadi wadah persekutuan bagi peserta didik untuk mendalami firman Tuhan,
berbagi pengalaman, serta saling mendukung dan mendoakan satu sama lain dalam
proses pemulihan karakter dan pertumbuhan spiritual. KTB Remaja tidak berfokus
pada peserta didik karena banyak dipengaruhi oleh guru, sehingga perlu diterapkan
desain kurikulum yang berpusat pada peserta didik agar lebih efektif. Pembelajaran
KTB Remaja cenderung bersifat monolog dan hanya diikuti oleh beberapa anak yang
aktif dan antusias. Untuk itu, penelitian ini mendekripsikan tentang penerapan Share
Christian Praxis sebagai sarana perenungan dan berbagi pengalaman dalam kehidupan
sehari-hari. Sebagai sebuah sekolah Kristen, keberadaan KTB Remaja perlu mendapat
perhatian dan perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi peserta
didik dalam kegiatan ini.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengamati
lingkungan sosial di Sekolah Swasta Kristen Jakarta Utara terkait tempat, pelaku, dan
aktivitas KTB Remaja. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai
teknik pengumpulan data, dan reduksi data, menampilkan data, verifikasi data, dan
menyimpulkan data digunakan sebagai teknik pengolahan data. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pendekatan Shared Christian Praxis belum sepenuhnya
dilakukan karena beberapa faktor seperti tidak adanya implementasi Kurikulum PAK
yang berpusat pada peserta didik, keterbatasan pemahaman tentang SCP, dan kesulitan
dalam menjaga konsistensi kegiatan. Oleh karena itu, disarankan untuk merancang
kurikulum yang efektif untuk program KTB Remaja di sekolah, termasuk
pengidentifikasian kebutuhan peserta didik, penetapan tujuan pembelajaran yang
spesifik dan dapat diukur, penyusunan materi pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik peserta didik, dan evaluasi berkala untuk mengukur pemahaman dan
kemajuan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. / Youth Growth Group is a small group consisting of Christian and non-
Christian students who meet once a week to build relationships and engage in
discussions as members of Christ's body. In a private Christian high school in North
Jakarta, the KTB program does not have a clear and organised curriculum design,
which prevents its objectives from being fully achieved. Students tend to view KTB as
less important than other activities, resulting in low participation rates. Moreover,
there is a lack of awareness that KTB can be a platform for fellowship among students
to delve deeper into God's word, share experiences, and support and pray for one
another in the process of character formation and spiritual growth. KTB is not student-
centred as it is heavily influenced by teachers, so a student-centred curriculum design
is needed for more effectiveness. KTB learning tends to be monologues and only
followed by a few active and enthusiastic students. Therefore, this study describes the
implementation of Shared Christian Praxis as a means of reflection and sharing
experiences in daily life. As a Christian school, the existence of KTB needs attention,
and efforts should be made to increase students' awareness and participation in this
activity.
This study used a descriptive qualitative method within the social environment
of a private Christian high school in North Jakarta. Observations were conducted on
the school's environment, KTB participants, and activities. Data collection techniques
included observation, interviews, and documentation. Data processing was done
through data reduction, data display, data verification, and data conclusion where the
researcher acted as the research instrument. The results obtained show that the Shared
Christian Praxis approach has not been fully implemented. This is supported by the
lack of implementation of a student-centred PAK Curriculum, limited understanding
of Shared Christian Praxis, supportive factors such as learning facilities and
infrastructure, school support, and difficulties in maintaining consistency in activities.
Therefore, it is recommended to design an effective curriculum for the KTB program
in schools, including identifying students' needs, setting specific and measurable
learning objectives, developing learning materials tailored to students'
characteristics, and including a variety of interesting and varied learning resources,
as well as conducting regular evaluations to measu