Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Siahaan, Alvin Andriano Caesar
Subject
LAW
Datestamp
2024-05-07 03:27:33
Abstract :
Salah satu alat transportasi yang sangat menunjang kegiatan perekonomian di Indonesia adalah
pesawat terbang yang digunakan dalam penerbangan. Transportasi udara mengalami perkembangan
pesat, setelah pemerintah memberikan cukup kebebasan bagi maskapai penerbangan untuk
menentukan tarif. Kenyataanya, perkembangan bisnis transportasi udara, tidak seiring dengan sistem
hukum yang menopang pertumbuhan bisnis sektor tersebut. Salah satunya adalah hukum mengenai
jaminan atas pesawat meliputi pesawat terbang dan helikopter dalam pembiayaan untuk
pengadaan/pembelian pesawat terbang. Hal ini mengakibatkan dalam pelaksanaannya jarang sekali
atau bahkan hampir tidak pernah terjadi maskapai penerbangan membeli pesawat udara secara tunai
seketika dengan menggunakan uang atau modalnya sendiri. Untuk itu dibutuhkan pembiayaan dari
pihak lain, salah satunya adalah dari pihak bank. Metdoe penelitian yang digunakan penulis
menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Penelitian hukum normatif yaitu penelitian yang
dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau disebut juga dengan penelitian
kepustakaan.Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan tidak menyebutkan secara
tegas lembaga jaminan yang dapat dibebankan atas pesawat udara. Penjaminan pesawat terbang dan
helikopter dengan menggunakan hipotik yang berlangsung saat ini tidaklah menimbulkan hak
preferen bagi kreditor karena yang dapat dilaksanakan hanya Akta Kuasa Membebankan Hipotik.
Pencatatan yang dilakukan Direktorat Jendral Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan hanya
menghasilkan Surat Keterangan. Gadai juga tidak bisa dibebankan pada pesawat udara karena debitor
harus melepaskan pesawat udara dari kekuasaanya dan menyerahkannya pada kreditor. Pesawat udara
juga tidak mungkin dibebankan dengan hak tanggungan karena objek dari hak tanggungan adalah hak
atas tanah dan benda-benda lainyang merupakan satu kesatuan dengan tanah. Undang-undang Nomor
42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia secara tegas menyatakan fidusia tidak dapat dibebankan
pada pesawat udara. Namun dalam undang-undang tersebut tidak ada larangan untuk menjadikan
bagian pesawat udara seperti mesin pesawat udara dan/atau suku cadang pesawat udara dijadikan
objek jaminan fidusia. Dengan demikian Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan
belum memberikan jalan keluar mengenai lembaga jaminan kebendaan yang dapat dibebankan atas pesawat udara di Indonesia. Kaitan antara hak jaminan kebendaan atas pesawat terbang dan Konvensi
Cape Town adalah perjanjian pemberian hak jaminan kebendaan merupakan salah satu cara untuk
mendapatkan perlindungan sebagai kepentingan internasional berdasarkan Konvensi Cape Town.
Ratifikasi Konvensi Cape Town dan pengaturannya dalam Undang-undang Penerbangan hanya
memberikan jalan keluar bagi kreditor pemegang hak jaminan kebendaan yang dibebankan atas
pesawat udara yang dipasang berdasarkan hukum asing, tetapi pesawatnya didaftarkan di dioprasikan
di Indonesia. / One means of transportation that really supports economic activities in Indonesia is
aircraft used in aviation. Air transportation is experiencing development
rapidly, after the government gave airlines enough freedom to
determine rates. In fact, the development of the air transportation business is not in line with the system
laws that support the business growth of the sector. One of them is the law regarding
collateral for aircraft includes airplanes and helicopters in financing for
procurement/purchase of aircraft. This results in its implementation being very rare
Or it almost never happens that airlines buy aircraft in cash
instantly using his own money or capital. For this, financing is needed from
other parties, one of which is the bank. The research method used by the author
using normative juridical research methods. Normative legal research is research that
This is done by examining library materials or also called research
literature. Law Number 1 of 2009 concerning Aviation does not mention it
stated that the guarantee agency can be charged for aircraft. Aircraft underwriting and
helicopters using current mortgages do not give rise to rights
preferential for creditors because the only thing that can be executed is the Deed of Power of Attorney to Charge Mortgages.
Records are carried out by the Directorate General of Civil Aviation, Ministry of Transportation only
produce a Certificate. Pawns also cannot be placed on aircraft due to the debtor
must release the aircraft from its control and hand it over to creditors. Aircraft
It is also impossible to be charged with a mortgage right because the object of the mortgage right is a right
on land and other objects which are an integral part of the land. Law Number
42 of 1999 concerning Fiduciary Guarantees explicitly states that fiduciaries cannot be charged
on an airplane. However, in this law there is no prohibition against making it
aircraft parts s