Abstract :
Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada pelayanan Farmasi meliputi
kepuasan pasien lebih dari 80% dan waktu tunggu pelayanan obat jadi serta waktu
tunggu pelayanan obat racikan (antara 30 dan kurang dari 60 menit). Waktu
tunggu pelayanan merupakan masalah yang masih banyak dijumpai dalam praktik
pelayanan kesehatan, dan salah satu komponen yang potensial menyebabkan
ketidakpuasan adalah menunggu dalam waktu yang lama. Tujuan penelitian untuk
mengevaluasi hubungan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien di Instalasi
Farmasi di RS. Kartika Husada Jatiasih.
Penelitian ini termasuk penelitian Kuantitatif berdasarkan pengumpulan
data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dalam penelitian ini adalah
melalui pengamatan / observasi dari alur proses pelayanan resep di farmasi rawat
jalan RS. Kartika Husada Jatisih pada bulan Mei?Juni 2019. Alat yang digunakan
untuk mendapatkan data waktu tunggu obat adalah Stopwatch dan lembar
pengumpul data serta kuesioner yang telah divalidasi untuk mengetahui data
skoring kepuasan pasien. Pengukuran risiko pada fungsi departemen akan di ukur
untuk mengetahui tingkat kemungkinan terjadinya (likelihood) dan dampak adalah
seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan. Pengukuran risiko terlebih dahulu
disepakati konversi ukuran likelihood dan dampak risiko yang akan digunakan
dalam pengukuran risiko. Likelihood risiko dinyatakan dengan Kejadian Tidak
Diinginkan (KTD).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan
antara waktu tunggu pasien dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan di RS
Kartika Husada Jatiasih ditunjukkan dengan nilai 1. Selain itu bahwa ketersediaan
obat, Sumber Daya Manusia (SDM), komunikasi dan keterampilan petugas,
Ketaatan dokter dalam peresepan tidak sesuai formularium obat Rumah Sakit,
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) menjadi kendala terbesar
dalam waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi RS. Kartika Husada
Jatiasih tidak sesuai Standar pelayanan Minimum (SPM). Dan ini dapat
berpengaruh terhadap mutu pelayanan farmasi yang berdampak kepada kepuasan
pasein dan nama baik rumah sakit.
Kata Kunci : Waktu tunggu, Manajemen Risiko, Kepuasaan pasien, Pelayanan
kesehatan. / Set minimum standards of service on the pharmacy covering satisfaction
patients more than 80 % drug so service and waiting time as well as waiting time
taste drug services between 30 and have less than a 60 minutes ) .Waiting time a
matter of services are still found here in practice health services , and one of a
component that potential caused dissatisfaction is waiting in a long time
.Research objectives to evaluate the relationship between waiting time with
satisfaction in installation pharmacy patients at the Kartika Husada Jatiasih
hospital.
This research including research quantitative approaches based on data
collection. Engineering data collection in research the research is through the
observation/observation of the service process prescription pharmacy outpatient
in Kartika Husada Jatisih Hospital in May-June 2019 .An instrument used to get
data waiting times drugs are a stopwatch and sheets gatherer data and the
questionnaire that have been validated to know data skoring satisfaction patients.
Measurement on risk function of ministries will be measured determine the level
of the possibilities of (likelihood) and the impact is how big influence posed.
Measurement risk first agreed conversion likelihood size and the risk to be
used in measurement risk. Likelihood risk expressed in the undesirable (KTD).
Based on the research done we can conclude that the relationship between the
time about patients with satisfaction the patients in the Kartika Husada Jatiasih
Hospital indicated the 2. In addition that the availability of medicines, human
resources (SDM), human resources communication and the, skills a physician in
ketaat peresepan incompatible medicinal hospital formulary, facilities and
infrastructure hospital information system management (SIM RS) becomes an
obstacle to the waiting time services prescription in installation. pharmacy
Kartika Husada Jatiasih Hospital does not fit the standard minimum service
(SPM). Standard minimum service and this could affect the quality of service
pharmaceutical impact the satisfaction of patients and the name of both hospitals.
Keywords: Waiting time, Risk management, Patient Satisfaction, Health Services.