Abstract :
DKI Jakarta mengalami kekosongan jabatan wakil gubernur lebih dari 1 (satu) tahun sejak Sandiaga Salahudin Uno sebagai wakil
gubernur periode 2017-2022 mengundurkan diri. Mekanisme pengisian
kekosongan tersebut sebenarnya telah diatur dalam UU Pilkada dan UU
Pemda, namun dalam pelaksanaannya banyak mengalami kendala
schingga memperlamban proses pengisian kekosongan. Kekosongan
jabatan tersehut juga tentu saja memiliki sebab dan akibat hukum yang
akan dialami oleh masyarakat maupun Pemerintan Provinsi DKI Jakarta.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis
normatif dengan pendekatan perundang-undangan. dimana penulis
menganalisis dan menggambarkan mekanisme pengisian kekosongan
jabatan wakil gubernur serta sebab dan akibat hukum dari kekosongan
Jabatan tersebut berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
dan regulasi yang bersangkut paut dengan isu hukum serta didukung oleh
beberapa literatur para ahli hukum
Hasil yang diproleh penulis dari penelition ini antara: (1) hak
pengajuan nama pengisi jabatan wakil gubemur yang kososng diberikan
kepada partai politik pengusung, dan pengisisan dilakukan apabila masa
jabatan masih tersisa 18 (delzpan belas) bulan. (2) lambannya proses
pengisian jabatan wakil gubernur disebabkan oleh pergeseran kedaulatan,
dari kedaulatan rakyat menjadi kedaulatan partai politik seta tidal adanya
kepastian hukum batas waktu kekosongan jabatan diperbolehkan kosong.
akibat hukum yang dialami oleh Provinsi DKI Jakarta adalah tidak
terlaksananya tagas wakil gubernur dan rendahnya pelayan terhadap
?masyarakat. / DKI Jakarta Province has experienced the vacant position of deputy governor
for more than | (one) year since Sandiaga Salahudin Uno as deputy governor for
the 2017-2022 period resigned. The mechanism for filling the vacancy has
actually been regulated in the Election Law and the Regional Government Lav,
but in its implementation there are many problems that slow the vacancy filling
process. The vacancy of the office also of course has legal causes and
consequences that will be experienced by the community and the Provincial
Government of DKI Jakarta,
The research method used is a normative juridical research method with a
legislative approach where the authors analyze and describe the mechanism of
filling the vacant position of the deputy governor as well as the legal causes and
conscquences of the vacancy based on applicable laws and regulations and
regulations relating to legal issues and supported by some legal experts literature
The results obtained by the authors of this study include: (1) the right to
submit a name for the position of deputy governor who is given to the supporting
political parties, and the filling is carried out if the remaining tenure remains 18
(eighteen) months. (2) the slow process of filling the position of deputy govemor
is caused by a shift in sovereignty, from the sovereignty of the people to the
sovereignty of political parties and the absence of legal certainty the deadline for
vacant positions is allowed to be vacant, The legal consequence experienced by
DKI Jakarta Province is the non-implementation of the duties of the deputy
governor and the low level of service to the comma.