Abstract :
Di era Globalisasi ini, terutama setelah Indonesia menjadi anggota
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat
perdagangan di tingkat Internasional semakin meningkat. Indonesia yang merupakan
pasar yang besar menarik minat para investor untuk kemudian menanamkan modal
mereka di Indonesia dan melaksanakan kegiatan perdagangan mereka di
Indonesia.Setiap bisnis tidak lepas dari keterkaitannya dengan HKI, yang salah
satunya adalah merek. Perusahaan dapat meraih keuntungan dengan merek, yang
menjadi simbol pembeda antar produk, yang sekaligus menjadi definisi harga dari
sebuah produk.Berdasarkan hal tersebut, para pebisnis kemudian menyadari
pentingnya perlindungan terhadap merek mereka melalui HKI, yang untuk kemudian
dapat memanfaatkan kekuatan merek tersebut untuk bisnis mereka.Namun, tidak
jarang setelah melihat ketenaran dari merek lain, pengusaha kemudian memalsukan
merek terkenal asing tersebut, dan menjalankan kegiatan usaha mereka dengan
mengatasnamakan merek tersebut untuk mengambil keuntungan untuk mereka
sendiri. Hal ini jelas merugikan pemilik merek yang dipalsukan tersebut, dan tidak
jarang permasalahan ini berujung ke pengadilan. Kedua pihak dalam sengketa merek
terkenal asing mempertahankan hak mereka masing-masing sebagai pemegang hak
eksklusif atas merek yang menjadi objek sengketa dengan dalil mereka masing
masing. Masalah yang kemudian timbul adalah mengenai siapa pemilik merek yang
sah atas merek yang dipersengketakan, terutama setelah kedua pemilik merek telah
mendaftarkan merek mereka sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh Undang ?
undang? Apakah Faktor dan peraturan perundangan yang dapat memenangkan para
pihak dalam sengketa merek terkenal? Dengan metoda penelitian hukum Normatif
komparatif penulis melakukan penelitian terhadap peraturan perundang-undangan dan
putusan dengan didasarkan pendekatan studi kasus.Penulisan bertujuan untuk
mengupas peraturan perundangan undangan yang melindungi para pihak yang terlibat
dalam sengketa merek terkenal asing, dan juga untuk mengetahui faktor yang
mempengaruhi perbedaan putusan terhadap kasus sengketa merek terkenal asing yang
memiliki pokok perkara yang sejenis. / In this era of globalization, especially after Indonesia became a member
The ASEAN Economic Community (MEA), cannot estimate this level
Trade at the international level is increasing. Indonesia which is
A large market attracts investors to invest capital
they are in Indonesia and carry out their trading activities in
Indonesia. Every business cannot be separated from its connection with IPR, which is wrong
the other is the brand. Companies can gain profits with brands, which
becomes a symbol of differentiation between products, which also becomes the definition of price
a product. Based on this, business people then realize it
the importance of protecting their brands through IPR, which is then
can leverage the power of the brand for their business. However, no
after seeing a famous brand from another brand, the entrepreneur then fakes it rarely
these well-known foreign brands, and carry out their business activities with
in the name of the brand to make a profit for them
Alone. This is clearly detrimental to the owner of the counterfeit brand, and no
Rarely do these matters end up in court. Both parties are fighting over brands
well-known foreigners retain their respective rights as rights holders
exclusive brands that are objects of relaxation with their own reasons
each. The problem that then arises is who owns the brand
validity of the disputed mark, especially after both mark owners have
register their marks in accordance with the procedures established by the Law ?
allow? What are the factors and laws and regulations that can win para
insiders question a well-known brand? With Normative legal research methods
Comparative author conducted research on laws and regulations
Closing with a case study approach. The aim of the writing is to
Revealing statutory regulations that protect the parties involved
in recruiting well-known foreign brands, and also to find out which factors
influence differences in decisions regarding cases giving rise to a single well-known brand
have similar subjects.