Abstract :
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui strategi bauran promosi yang
dijalankan seperti periklanan, promosi penjualan, penjualan peseorangan,
hubungan masyarakat dan pemasaran langsung terhadap peningkatan penjualan
produk BNI Simponi selama 5 tahun (2016 ? 2020) dan seberapa efektif strategi
yang dijalankan dalam memperoleh dana kelola serta berapa besar peningkatan
jumlah peserta produk BNI Simponi. DPLK BNI juga menjalankan pemasaran
digital melalui media social seperti Instagram, Facebook dan Twitter, email
marketing, otomatis pemasaran, priklanan digital dan pemasaran konten.
Perkembangan bauran promosi yang dilakukan terhadap peningkatan peserta dan
dana kelola mengalami peningkatan selama 3 tahun (2016, 2017, 2018)
berturutturut dimana meningkatnya jumlah peserta mempengaruhi peningkatan
dana kelola juga sehingga hasil analisa pengaruhnya positif. Pada tahun 2019,
jumlah peserta mengalami penurunan namun total dana yang dikelola mengalami
peningkatan. Hal tersebut tidak mempengaruhi hasil analisa pengaruh yang positif
karena hasil perkembangannya tidak seimbang. Pada tahun 2020, jumlah peserta
dan total dana kelola DPLK BNI keduanya mengalami penurunan dari tahun-tahun
sebelumnya sehingga analisa pengaruh perkembangan produk BNI Simponi
negative. Melalui strategi bauran promosi yang dijalankan terhadap peningkatan
peserta dan total dana kelola selama 5 tahun terakhir, menurut OJK DPLK BNI
telah menjadi market leader nomor 1 di Indonesia dibandingkan industry DPLK
lainnya seperti DPLK Manulife, DPLK BRI, DPLK AXA Mandiri, DPLK AIA
dan DPLK lainnya. Hal ini menjadikan DPLK BNI merupakan sebuah industry
dana pensiun yang terdepan dan terpercaya. DPLK BNI juga telah mencapai Visi
nya yaitu menjadi Dana Pensiun Lembaga Keuangan terbaik di Indonesia dan Misi
nya yaitu menyediakan solusi program pensiun, meningkatkan kesejahteraan di
hari tua dan memberikan pelayanan prima bagi stakeholder.
Kata kunci: Bauran Promosi, Digital Marketing, Dana Pensiun. / This research aims to elaborate the following marketing mix are demonstrated
with advertisement, sales promotion, private sale, public relations and direct
marketing toward product sales development of BNI Simponi throughout five
years (2016 - 2020), and measure how effective the increase sales strategy that
were performed for achieving manage funds and participant numbers of BNI
Simponi products. Furthermore, DPLK BNI also implements digital marketing
methods such as Instagram, Facebook and Twitter, email marketing, automated
marketing, digital advertising and content marketing.The marketing mix
development is carried out by the increase of participants and managed funds
for 3 years (2016, 2017, 2018) in a row where the growth number of participants
affects managed funds as well so the results of the analysis would be positive.
However, in 2019, participant numbers decrease but are not equal to managed
funds numbers, yet it does not affect the results of a positive influence analysis
due to the imbalance in development results. Whereas, in 2020, the participant
numbers and managed funds of BNI DPLK both decreased compared to
previous years, in which it was obtained that the effect of BNI Simponi product
development was negative. Nonetheless, according to the OJK, DPLK BNI has
become the number one market leader in Indonesia compared to other DPLK
industries, such as DPLK Manulife, DPLK BRI, DPLK AXA Mandiri, DPLK
AIA, etc. Thus, DPLK BNI has been well known to be a leader and trusted
pension fund industry. DPLK BNI has also achieved its vision, which is to
become the best Financial Institution Pension Fund in Indonesia and its
mission is to provide pension program solutions, improve welfare in old age and
provide excellent service to stakeholders.
Keywords: Promotional Mix, Digital Marketing, Pension Fund.