Abstract :
"Perdagangan manusia menjadi fenomena serius yang terjadi di Indonesia dan
selalu terjadi di setiap tahun khususnya pada tenaga kerja Indonesia hal ini karena
adanya faktor keterbatasan ekonomi dan tingkat pendidikan yang rendah. Struktur
sosial yang disebabkan oleh keadaan ekonomi mendorong para tenaga kerja
Indonesia terjerumus ke dalam praktek perdagangan manusia. Penelitian ini
menggunakan teori marxisme dan konsep human trafficking untuk melihat
fenomena perdagangan manusia yang terjadi pada tenaga kerja Indonesia. Metode
penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah tipe kualitatif eksplanatif. Dengan
sumber teknik pengumpulan data melalui data primer dan sekunder. Temuan dari
penelitian ini adalah perdagangan manusia terjadi karena perbedaan kelas atas
potensi akan modal dan kepemilikan antara majikan, agensi sebagai kelas borjuis
dan tenaga kerja Indonesia sebagai kelas proletar. Ketidakadilan sosial atas
kemiskinan, ketidakmerataan merupakan akibat dari struktur sosial antara tenaga
kerja Indonesia dengan majikan maupun agensi yang menimbulkan terjadinya
hubungan yang eksploitatif. Melalui hubungan eksploitatif yang dialami oleh
tenaga kerja Indonesia, majikan menjadi aktor akan penghisapan nilai lebih yang
dimiliki tenaga kerja Indonesia.
Kata Kunci: Eksploitasi; Marxisme; Perdagangan Manusia; Struktur sosial;
Tenaga Kerja Indonesia. / Human trafficking is a serious phenomenon that occurs in Indonesia and always
occurs every year, especially for Indonesian workers, due to economic limitations
and low education levels. The social structure caused by economic conditions
encourages Indonesian workers to fall into the practice of human trafficking. This
research uses the theory of Marxism and the concept of human trafficking to see
the phenomenon of human trafficking that occurs in Indonesian labor. The
research method used by researchers is explanatory qualitative type. With the
source of data collection techniques through primary and secondary data. The
findings of this study are that human trafficking occurs due to class differences
over the potential for capital and ownership between employers, agencies as a
bourgeois class and Indonesian labor as a proletarian class. Social injustice over
poverty, inequality is the result of the social structure between Indonesian labor
and employers and agencies that lead to exploitative relationships. Through the
exploitative relationship experienced by Indonesian labor, the employer becomes
an actor of the exploitation of the surplus value of Indonesian labor.
Keywords: Exploitation; Marxism; Human Trafficking; Social structure;
Indonesian labor".