Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Sabatdeca, Adrian Krisnata
Subject
SOCIAL SCIENCES
Datestamp
2024-07-09 03:25:15
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui penerapan metode depresiasi dan
pencatatan estimasi masa manfaat serta tarif perhitungan besarnya depresiasi yang
baik untuk diterapkan PT. Lora Blessindo, (2) mengetahui koreksi fiskal yang
dilakukan PT. Lora Blessindo, (3) mengetahui pengaruh koreksi fiskal beban
depresiasi aset tetap terhadap laba bersih PT. Lora Blessindo.
Data yang diperoleh penulis dalam penyusunan skripsi ini bersumber dari data
sekunder yaitu data yang telah diterima dari pihak yang dianggap mengetahui
kegiatan perusahaan, kebijakan perusahaan melalui wawancara dan laporan keuangan
berupa laporan laba rugi PT. Lora Blessindo tahun 2014 sampai 2016.
Metodologi penelitian yang digunakan oleh penulis adalah analisis deskriptif
kualitatif yaitu menjelaskan dan menganalisis mengenai pengaruh koreksi fiskal
beban depresiasi aset tetap terhadap laba bersih perusahaan.
Kesimpulan (1) besarnya masa manfaat aset tetap dan besarnya tarif yang
digunakan oleh perusahaan belum sesuai dengan koreksi fiskal, karena besarnya
estimasi masa manfaat dan tarif menurut perusahaan terlalu besar dibandingkan
dengan koreksi fiskal. Ada empat aset tetap yang perhitungan besarnya beban
depresiasi belum sesuai dengan koreksi fiskal yaitu: mesin potong, mesin pelubang
kancing, mesin pemasang kancing, dan mesin obras, (2) Menurut pendapat penulis,
pajak penghasilan yang dihitung berdasarkan peraturan koreksi fiskal menjadi lebih
kecil dibandingkan yang diterapkan perusahaan, dikarenakan besarnya tarif
perhitungan depresiasi menurut peraturan koreksi fiskal lebih besar dibandingkan
dengan yang diterapkan perusahaan, (3) dari hasil penelitian pada bab terdahulu dapat
dilihat bahwa laba bersih perusahaan tahun 2014 sebesar Rp 380,060,644.57, tahun
2015 sebesar Rp 157,645,671.25 dan tahun 2016 sebesar Rp 113,391,176.06. Selisih
laba bersih tahun 2014-2015 sebesar Rp 222,414,973.32 dan selisih laba bersih tahun
2015-2016 sebesar Rp 44,254,495.20, yang artinya laba bersih perusahaan mengalami
penurunan dari tahun 2014-2016 sebesar 80,1%.
Saran (1) Sebaiknya perusahaan mengelompokkan aset tetapnya menurut
estimasi masa manfaat dan besarnya tarif depresiasi berdasarkan koreksi fiskal, agar
memudahkan perusahaan dalam menghitung besarnya beban depresiasi aset tetap,
sehingga di masa mendatang perusahaan tidak perlu melakukan koreksi fiskal
terhadap laporan keuangan, (2) Sebaiknya perusahaan mengganti pencatatan estimasi
masa manfaat aset tetap menurut peraturan koreksi fiskal, karena sebelum
menghitung pajak penghasilan, wajib pajak harus melakukan koreksi fiskal (penyesuaian), untuk mengetahui apakah ada beda tetap dan beda waktu antara
pencatatan menurut perusahaan dengan menurut fiskal, (3) Sebaiknya perusahaan dari
awal telah mencatat besarnya estimasi masa manfaat suatu aset sesuai dengan koreksi
fiskal, supaya perusahaan tidak perlu melakukan koreksi fiskal terhadap laporan
keuangannya terutama untuk perhitungan besarnya beban depresiasi aset tetap.