Abstract :
ABSTRAK
Korea Utara dan Selatan mulai dikenal khalayak ramai akibat pertumbuhan ekonomi Korea
Selatan yang meningkat pesat, Korea Utara dengan program uji coba nuklirnya. Terbaginya
Korea menjadi dua negara oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat menciptakan ideologi yang
mengakar. Korea Utara di bawah Uni Soviet menjadi negara komunis dan penyatuan Korea
oleh Korea Utara dibawah ideologi komunis yang kemudian menjadi perang karena
perbedaan penyatuan di bawah ideologi yang berbeda. Setelah perang pada tahun 1950-1953
yang berakhir dengan gencatan senjata dan menjadi awal Korea Utara mengembangkan
senjata nuklir. Akhir perang Korea membawa pada reunifikasi penyatuan dua negara dengan
sistem satu negara satu bangsa, mengingat ideologi yang dibawa dan juga dimulai nya
program nuklir Korea Utara menjadikan reunifikasi terhambat. Penelitian ini menggunakan
Teori pengambilan keputusan, teori pilihan rasional, teori rekonsiliasi konflik, dan konsep
keamanan nasional untuk menjelaskan dampak uji coba nuklir terhadap reunifikasi, dengan
menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui
dampak kebijakan uji coba nuklir jenis rudal SRBM terhadap proses reunifikasi pada masa
kepemimpinan Kim Jong Un 2012-2018 apakah berdampak atau tidak yang menyebabkan
reunifikasi tidak mencapai sepakat dan melibatkan dunia.
Kata Kunci: Dampak,Uji Coba Nuklir, Korea, Reunifikasi. / ABSTRACT
North Korea and South Korea are becoming known to the general public because of South
Korea's rapidly increasing economic growth, and North Korea with its nuclear test program.
The division of Korea into two countries by the Soviet Union and the United States created an
entrenched ideology. North Korea under the Soviet Union became a communist country and
the unification of Korea by North Korea under the communist ideology which later became
war because of differences in unification under different ideologies. After the 1950-1953 war
which ended in a truce and became the beginning of North Korea developing nuclear
weapons. The end of the Korean war led to the reunification of the two countries with a
single nation-state system, given the ideology brought with it by the start of North Korea's
nuclear program which hindered reunification. This study uses decision-making theory,
rational choice theory, conflict reconciliation theory, and the concept of national security to
explain the impact of nuclear testing on reunification, using qualitative research methods.
The results of this study are to determine the impact of the SRBM missile type nuclear test
policy on the reunification process during Kim Jong Un's 2012-2018 leadership, whether it
had an impact or not that caused reunification not to reach an agreement and involve the
world.
Keywords: Nuclear Tests, North Korea, Reunification