Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Prabandani, Dearesti Ozadita
Subject
Architecture
Datestamp
2024-07-16 08:19:03
Abstract :
Kota Jakarta merupakan salah satu kota besar yang menghadapi tantangan mobilitas
akibat urbanisasi dan peningkatan kendaraan bermotor yang menyebabkan
kemacetan dan polusi udara. Transit Oriented Development (TOD) atau yang dalam
bahasa Indonesia disebut juga Kawasan Berorientasi Transit merupakan upaya
pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut dengan fokus pengembangan
kawasan yang berbasi pada human centered dan integrasi antarmoda. Kawasan
Dukuh Atas, merupakan pusat kawasan transportasi utama di Jakarta karena telah
mengimplementasikan konsep Transit Oriented Development (TOD). Oleh sebab
itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas dari fasilitas pejalan kaki dan
mengembangkan walkability index berbasis aspek sosial pada kawasan TOD di
Dukuh Atas, guna meningkatkan pengalaman pejalan kaki yang lebih baik. Untuk
mendukung penelitian ini, metode pendekatan yang digunakan adalah metode
kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data primer dan sekunder. Pengukuran
walkability di dasarkan pada Global Walkability Index dan peraturan yang berlaku
di Indonesia. Fokus area penelitian adalah sekitar area transit yang
menyambungkan Stasiun Sudirman, halte BRT, Stasiun MRT, dan Stasiun BNI
City. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi walkability di Dukuh Atas
sudah cukup baik namun dalam beberapa aspek masih memerlukan peningkatan.
Selain itu diperlukannya penambahan Aspek sosial (Infrastruktur sosial dan
interaksi sosial) ke dalam walkability index untuk kawasan TOD supaya dapat
meningkatkan pengalaman berjalan kaki, serta mendorong lebih banyak orang
untuk memilih berjalan kaki di kawasan ini.
Kata kunci: Transit Oriented Development (TOD), Pejalan Kaki, Walkability. / Jakarta is one of the major cities facing mobility challenges due to urbanization
and the increase in motor vehicles that cause congestion and air pollution. Transit
Oriented Development (TOD) or in Indonesian also called Transit Oriented Area is
the government's effort to overcome these problems with a focus on developing
areas based on human centered and intermodal integration. Dukuh Atas area, is the
center of the main transportation area in Jakarta because it has implemented the
concept of Transit Oriented Development (TOD). Therefore, this research was
conducted to determine the quality of pedestrian facilities and develop a walkability
index based on social aspects in the TOD area in Dukuh Atas, in order to improve
the pedestrian experience. To support this research, the approach methods used are
qualitative and quantitative methods with primary and secondary data analysis.
Walkability measurement is based on the Global Walkability Index and applicable
regulations in Indonesia. The focus of the research area is around the transit area
that connects Sudirman Station, BRT stops, MRT Station, and BNI City Station. The
results show that the condition of walkability in Dukuh Atas is quite good but in
some aspects still requires improvement. In addition, it is necessary to add social
aspects (social infrastructure and social interaction) to the walkability index for
TOD areas in order to improve the walking experience, and encourage more people
to choose to walk in this area.
Keyword: Transit Oriented Development (TOD), Pedestrian, Walkability