Abstract :
Dengan melihat bagaimana inovasi penggunaan limbah plastik telah
dikembangkan menuju bidang konstruksi maka melalui penelitian ini penulis ingin
melihat bagaimana kinerja kenyamanan dalam ruang dan penataan ruang dari
sekolah yang menggunakan bata pure plastik (SDN 4 Taman Sari, SDN 1 Medana,
SDN 1 Sigar Penjalin) dan non-bata plastik (SDN 2 Gunung Sari). Pendekatan
yang digunakan yaitu pendekatan secara evaluatif dengan melakukan pengumpulan
data dilakukan dengan memperhatikan variabel berupa kenyamanan termal,
pencahayaan alami, dimensi ruang kelas dan elemen ruang yang kemudian
dianalisis dan dievaluasi berdasarkan SNI 03-6197-2000, SNI 03-6572-2001, SNI
03-2396-2001, dan PMPN RI No. 24 tahun 2007 sehingga setiap permasalahan
dengan akal sehat dan nalar berdasarkan kerangka teoritis.
Hasil analisa dan evaluasi kinerja kenyamanan dalam ruang dari sekolah
yang menggunakan bata plastik dan non-bata plastik terlihat bahwa hal yang
mempengaruhi kinerja kenyamanan dalam ruang dipengaruhi oleh lingkungan,
posisi bangunan, besar kecilnya jendela dan tidak memiliki keterkaitan dengan
material bangunan yang dipakai. Bangunan ruang kelas yang dibangun dengan bata
pure plastik terlihat mempertahankan kisaran suhu pada batas yang diterima
walaupun sedikit lebih tinggi dari standar. Selain itu akibat pengaruh lingkungan
tingkat kelembaban menjadi sedikit lebih tinggi di atas standar yang telah
direkomendasikan untuk lingkungan dalam ruangan. Dan untuk pencahayaan alami
menunjukkan bahwa bangunan kelas yang dibangun dengan bata plastik memiliki
tingkat cahaya yang cukup sepanjang hari. Beberapa ruang kelas tentu memenuhi
tingkat lux standar yang diperlukan untuk visibilitas yang nyaman, sementara yang
lain, terutama pada waktu dan posisi tertentu, kurang memadai.
Sedangkan hasil analisa dan evaluasi penataan ruang kelas terhadap Standar
Nasional Indonesia dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional terlihat bahwa
penerapan bata pure plastik maupun non bata disesuaikan dengan kebutuhan dari
sekolah tersebut bukan dari material, lingkungan, dan posisi bangunan sekolah.
Namun ruang kelas yang dibangun dengan bata plastik memiliki desain yang
fleksibel, sehingga mudah dirakit dan dibongkar pasang.
Jadi dibandingkan dengan ruang kelas yang dibangun dengan bahan
konvensional, ruang kelas yang menggunakan bata plastik menunjukkan tingkat
kenyamanan termal dan kualitas pencahayaan yang sama, bahkan lebih baik.
Kata Kunci: Sekolah, Bata Plastik, Pencahayaan Alami, Kenyamanan Dalam
Ruang, Penataan Ruang. / By looking at how innovations in the use of plastic waste have been
developed towards the construction field, through this research the author wants to
see how the performance of indoor comfort and spatial arrangement of schools that
use plastic pure bricks (SDN 4 Taman Sari, SDN 1 Medana, SDN 1 Sigar Penjalin)
and non-plastic bricks (SDN 2 Gunung Sari). The approach used is an evaluative
approach by collecting data by considering variables such as thermal comfort,
natural lighting, classroom dimensions and space elements which are then analysed
and evaluated based on SNI 03-6197-2000, SNI 03-6572-2001, SNI 03-2396-2001,
and PMPN RI No. 24 of 2007 so that each problem with common sense and
reasoning based on the theoretical framework.
The results of the analysis and evaluation of indoor comfort performance of
schools using plastic bricks and non-plastic bricks show that the things that affect
indoor comfort performance are influenced by the environment, the position of the
building, the size of the window and have no relationship with the building
materials used. Classroom buildings constructed with plastic pure bricks were seen
to maintain a temperature range within acceptable limits although slightly higher
than the standard. In addition, due to environmental influences, the humidity level
was slightly higher than the recommended standard for indoor environments. And
for daylighting, it shows that the plastic bricks classroom buildings have sufficient
light levels throughout the day. Some classrooms certainly fulfil the standard lux
level required for comfortable visibility, while others, especially at certain times
and positions, are less adequate.
Meanwhile, the results of the analysis and evaluation of the arrangement of
classrooms against the Indonesian National Standard and the Regulation of the
Minister of National Education show that the application of plastic pure bricks and
non-bricks is adjusted to the needs of the school rather than the material,
environment, and position of the school building. However, classrooms built with
plastic bricks have a flexible design, so they are easy to assemble and disassemble.
So compared to classrooms built with conventional materials, classrooms
using plastic bricks show the same level of thermal comfort and lighting quality,
even better.
Keywords: School,