Abstract :
Pandemi COVID-19 telah memicu pertumbuhan cepat industri glamping sebagai
alternatif liburan yang aman, namun perkembangan pesat ini menimbulkan
tantangan terkait timbulnya kerusakan lingkungan yang masif diakibatkannya
perkembangan pembangunan glamping yang begitu pesat ini. Hal ini dikarenakan
tidak adanya konsep arsitektur atau regulasi khusus dalam perancangan glamping.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian dan pengembangan konsep
arsitektur berkelanjutan untuk perancangan kawasan glamping. Metode penelitian
yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan fokus penelitian pada konsep
pengolahan tapak yang berkelanjutan, menggunakan studi kasus Penginapan Kabin,
Dieng. Penelitian ini mendapatkan lima konsep perancangan tapak untuk kawasan
glamping, diantaranya adalah pengolahan luasan tapak, pengolahan tapak pada
lahan berkontur, pengolahan tapak pada lahan berpohon, pengolahan air dan
drainase tapak, dan pengolahan tapak dengan view. Konsep-konsep ini menjaga
keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam, menciptakan ruang
yang nyaman, aman, ekologis, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pembangunan
wisata glamping pesat tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap alam,
bahkan memungkinkan kebutuhan manusia dan kelestarian alam berjalan seiring.
Kata Kunci : Konsep, Glamping, Arsitektur Berkelanjutan, Pengolahan tapak. / The COVID-19 pandemic has triggered rapid growth in the glamping industry as a
safe vacation alternative, but this rapid development has brought challenges
related to massive environmental damage caused by the rapid expansion of
glamping construction. This is due to the lack of specific architectural concepts or
regulations in glamping design. This study aims to review and develop sustainable
architectural concepts for glamping area planning. The research method used is a
qualitative approach, with a focus on sustainable site planning concepts, using the
case study of Penginapan Kabin, Dieng. This research identifies five site planning
concepts for glamping areas, including site area planning, site planning on
contoured land, site planning on wooded land, water and drainage management,
and site planning with a view. These concepts maintain a balance between human
needs and environmental preservation, creating spaces that are comfortable, safe,
ecological, and sustainable. Thus, the rapid development of glamping will not have
a significant impact on nature, even allowing human needs and environmental
preservation to go hand in hand.
Keywords: Concepts, Glamping, Sustainable Architecture, Site Planning