Abstract :
Banyaknya rutinitas yang dilakukan setiap hari dan terus menerus dilakukan,
akan menyebabkan kejenuhan, rasa bosan dan bahkan menyebabkan masalah dari
rutinitas
tersebut.
kondisi rutinitas yang menjenuhkan kemungkinan
mengakibatkan tekanan mental atau emosional yang tidak terkontrol, sehingga
terjadi masalah yang akan mengganggu psikis seseorang serta memicu tekanan
stress sehingga Stres yang berlebihan dapat menyebabkan depresi hingga bunuh
diri. Maka dari itu, setiap orang berusaha untuk mengurangi stress atau beban
pikiran yang dialami, bahkan rela mengeluarkan biaya lebih demi melakukan
relaksasi. Salah satu alternatif tempat untuk melakukan refleksi adalah dengan
melakukan treatment di spa. Memanfaatkan waktu senggang yang ada, pengunjung
bisa mendapatkan manfaat dari tujuan leisure time itu sendiri, di mana tujuan leisure
time adalah untuk mencapai kesejahteraan, kontemplasi dan kesungguhan hidup.
Penelitian yang dilakukan di salah satu spa yang ada di Bali, yakni Avisah wellness
& spa, Jimbaran, di mana spa tersebut merupakan spa yang terbilang baru yang ada
di kawasan area Jimbaran. Dilihat dari beberapa respon pengunjung yang telah
datang memberikan respon yang baik dari segi pelayanan dan konsep ruang.
Namun, perluh di tinjau dan dirinci lebih lanjut psikologi yang di alami oleh
pengunjung di masa Leisure time. Oleh sebab itu, observasi lapangan dan respon
pengunjung perluh di ketahui kelebihan dan kekurangan dari penataan tataruang
agar bisa tercapai leisure time yang di inginkan pengunjung.
Kata kunci : Psikologi Arsitektur, Tata ruang, Leisure Time. / The large number of routines that are carried out every day and
continuously will cause boredom, boredom and even cause problems from these
routines. Boring routine conditions are likely to result in uncontrolled mental or
emotional stress, resulting in problems that will disturb a person's psychology and
trigger stress so that excessive stress can cause depression and even suicide.
Therefore, everyone tries to reduce the stress or mental burden they experience, and
are even willing to spend more money to relax. One alternative place to reflect is
by having a treatment at a spa. Taking advantage of the available free time, visitors
can benefit from the purpose of free time itself, where the purpose of free time is to
achieve well-being, contemplation and seriousness in life. Research was carried
out at one of the spas in Bali, namely Avisah wellness & spa, Jimbaran, where this
spa is a relatively new spa in the Jimbaran area. Judging from several responses
from visitors who have come, they have responded well in terms of service and
space concept. However, it is necessary to review and further explore the
psychology experienced by visitors during leisure time. Therefore, field
observations and visitor responses need to provide information about the
advantages and disadvantages of spatial planning so that visitors can achieve the
leisure time they desire.
Keywords: Architectural Psychology, Spatial Planning, Leisure Time