Abstract :
Jaminan Fidsusia merupakan salah satu lembaga jaminan yang dikenal dalam
sistem hukum jaminan di Indonesia. Sebelum dikeluarkannya Undang-Undang
Jaminan Fidusia No. 42 Tahun 1999, tidak ada kejelasan mengenai bagaimana cara
mengeksekusi fidusia. Dengan adanya Undang-Undang Jaminan Fidusia ini
diharapkan dapat menampung pendapat masyarakat mengenai pengaturan jaminan
fidusia sebagai salah satu sarana untuk membantu kegiatan usaha dan untuk
memberikan kepastian hukum kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam
melaksanakan eksekusi objek Jaminan Fidusia.
Penelitian ini menelaah tentang dimungkinkannya fidusia ulang dalam Undang-
Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan mekanisme eksekusi atas
jaminan fidusia ulang. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini
adalah metode penelitian normatif, karena mengacu pada norma hukum yang terdapat
dalam peraturan perundang-undangan.
Dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia terdapat 2
(dua) pasal yang tidak serasi, dalam Pasal 17 Undang-Undang Jaminan Fidusia
disebutkan bahwa fidusia ulang dilarang sedangkan dalam Pasal 28 Undang-Undang
Jaminan Fidusia adanya pemberian hak yang didahulukan untuk melakukan eksekusi
kepada pihak yang lebih dahulu mendaftarkannya.
Kata Kunci : Fidusia, Fidusia Ulang, Eksekusi
Fidsusia Guarantee is one of the guaranteed institutions known in the guarantee
legal system in Indonesia. Before the issuance of Law No. Fiduciary Guarantee. 42 of
1999, there is no clarity about how to execute fiduciary. With the existence of this
Fiduciary Guarantee Act, it is hoped that it can accommodate public opinion regarding
fiduciary guarantee arrangements as one of the means to assist business activities and
to provide legal certainty to the parties concerned in carrying out the execution of the
Fiduciary Guarantee object.
This research examines the possibility of re-fiduciary in Law No. 42 of 1999
concerning Fiduciary Guarantees and the mechanism of execution of re-fiduciary
guarantees. The research method used in writing this thesis is a normative research
method, because it refers to the legal norms contained in legislation.
In Law No. 42 of 1999 concerning Fiduciary Guarantees, there are 2 (two)
incompatible articles, in Article 17 of the Fiduciary Guarantee Law it is stated that refiduciary
is prohibited whereas in Article 28 of the Fiduciary Guarantee Act there is a
prioritization of the right to carry out executions to more parties first register it.
Key Word : Fiducary, Re-Fiduciary, Execution