Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada peran perempuan dalam pembangunan
ekonomi melalui BUMDes di Desa Bojongkulur, Bogor. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui peran perempuan didalam BUMDes Bojong Kulur serta
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adanya peran perempuan di
BUMDes Bojongkulur. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara
wawancara langsung dan dokumentasi, informan. Metode analisis data dilakukan
apabila data empiris yang diperoleh ada data kualitatif berupa kumpulan yang
berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka serta tidak dapat disusun dalam
kategori-kategori atau struktur klasifikasi. Hasil penelitian melalui teori
keterwakilan perempuan menurut Anne Phillips menunjukkan bahwa peran
perempuan dalam BUMDes Bojongkulur memiliki peran karena perempuan
memiliki potensi yang besar untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan
desa secara keseluruhan. Hasil penelitian melalui teori pengarusutamaan gender
bahwa laki-laki di Desa Bojong Kulur memiliki dominan yang besar.
Prinsip utama dalam Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah perempuan
dan laki-laki memiliki akses, partisipasi, kontrol dan manfaat yang sama dalam
pembangunan. Desa Bojongkulur merupakan salah satu dari 100 desa terbaik
yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Desa sebagai desa mandiri
mandiri dengan memanfaatkan dana desa melalui BUMDes untuk pembangunan.
Namun demikian, hanya terdapat tiga perempuan dalam BUMDes, padahal
banyak pelaku usaha adalah perempuan. Dengan menggunakan metode kualitatif
melalui wawancara mendalam dengan informan yang terdiri dari kepala desa,
pengurus BUMDes perempuan dan pelaku perempuan. Terdapat dua temuan
dalam penelitian: Pertama, keterwakilan perempuan oleh Anne Phillips dalam
ranah publik, perempuan Desa Bojongkulur ini memiliki potensi seperti
keterampilan, softskills dan percaya diri. Peran perempuan dalam pembangunan
sudah ada keterlibatan aktif sebagai pengurus BUMDes dan menjadi perempuan
mandiri sebagai pelaku UMKM.
Kata Kunci: Perempuan, BUMDes, Bojongkulur, Keterwakilan,
Pengarusutamaan Gender. / ABSTRACT
This research focuses on the role of women in economic development
through BUMDes in Bojongkulur Village, Bogor. The purpose of this study was
to determine the role of women in BUMDes Bojong Kulur and to find out the
factors that influence the role of women in BUMDes Bojongkulur. Methods of
data collection is done by way of direct interviews and documentation,
informants. The data analysis method is carried out if the empirical data obtained
is qualitative data in the form of a collection of words and not a series of numbers
and cannot be arranged into categories or classification structures. The results of
research through the theory of women's representation according to Anne Phillips
show that the role of women in Bojongkulur BUMDes has a role because women
have great potential to contribute to village development as a whole. The results
of the study through the theory of gender mainstreaming show that men in Bojong
Kulur Village have a large dominance.
The main principle in Gender Mainstreaming (PUG) is that women and men
have the same access, participation, control and benefits in development.
Bojongkulur Village is one of the 100 best villages that received an award from
the Ministry of Villages as an independent village by utilizing village funds
through BUMDes for development. However, there are only three women in
BUMDes, even though many business actors are women. Using a qualitative
method through in-depth interviews with informants consisting of village heads,
female BUMDes administrators and female actors. There are two findings in the
research: First, the representation of women by Anne Phillips in the public sphere,
the women of Bojongkulur Village have potential such as skills, soft skills and
self-confidence. The role of women in development has been active involvement
as BUMDes administrators and becoming independent women as UMKM actors.
Keywords: Women, BUMDes, Bojong Kulur, Representation, Gender Mainstreaming