Abstract :
Dalam statistik ketenagalistrikan kementrian ESDM konsumsi energi listrik di
Indonesia pada tahun 2012 adalah 194.289GWh dan pada tahun 2017 konsumsi
energi listrik meningkat menjadi 267.454GWh. Pembangkit listrik yang ada
sekarang sebagian besar masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar
utama. Untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil kita harus beralih ke
energi terbarukan. Penelitian ini mencari komposisi pengunaan pembangkit listrik
tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga angin yang paling optimal berdasarkan
keadaan cuaca yang ada di Jakarta. Aplikasi yang digunakan dalam penelitian ini
adalah HOMER Pro. Dari hasil yang diperoleh PLTS menghasilkan energi 110.569
kWh/tahun sedangkan PLTS-PLTB menghasilkan 110.740 kWh/tahun. Dari kedua
sistem pembangkit ini hanya mimiliki selisih 171kWh atau 0.15% lebih besar
PLTS-PLTB, dengan selisih harga NPC $4150 atau Rp.59.345.000,- lebih mahal
PLTS-PLTB. sehingga pembangkit yang paling optimal di gunakan di Jakarta
adalah hanya PLTS.