Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Wicaksana, Sylvester Pandu
Subject
TECHNOLOGY
Datestamp
2024-08-09 04:13:53
Abstract :
Sebuah perusahaan dikatakan mempunyai produktifitas yang baik apabila hasil
produksinya memenuhi target produksi dan dapat memenuhi permintaan pasar. Banyak
cara yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas mereka. Perusahaan
di bidang industri biasanya menggunakan mesin-mesin untuk proses produksinya,
dengan begitu produktivitas dapat terlihat dari berapa efisiensi mesin produksi yang
mereka miliki. Salah satu pendekatan yang biasa digunakan untuk mengetahui efisiensi
sebuah mesin adalah menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE), OEE sering
dikenal sebagai salah satu tool dari Total Productive Maintenance (TPM).
Pengamatan dimulai dengan mengambil contoh produksi pada mesin GDX6-
C800-BV Link Up 1.7 di sebuah pabrik rokok yang berada di Karawang, Jawa Barat.
Berdasarkan hasil laporan pada bulan November 2012, didapatkan hasil OEE sebesar
67%, sementara yang ditargetkan perusahaan adalah 70%. Hal ini disebabkan mesin
berhenti saat shiftly maintenance, cleaning, weekly maintenance, dan penyetelan mesin
saat start up. Oleh karena itu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan nilai OEE
adalah memperbaiki pada faktor metode kerja yaitu, pengembangan metode shiftly dan
weekly maintenance untuk mengurangi kerugian yang terjadi, sehingga produktivitas,
efisiensi dan nilai OEE dapat meningkat dan target produksi bisa terpenuhi.