Abstract :
Peralatan listrik rumah tangga sebagian besar adalah peralatan elektronik yang
merupakan beban non linier. Beban ini akan menimbulkan harmonisa yang dapat
menyebabkan terdistorsinya arus pada sistim distribusi tenaga listrik. Distorsi arus ini dapat
menyebabkan rugi daya dan menurunnya kualitas daya. Untuk mengurangi distorsi arus
dan mengurangi rugi daya akibat beban non linier dapat dilakukan dengan tanpa
menggunakan filter, salah satu caranya yaitu dengan memanage/mengkombinasikan beban
resistif dan induktif. Berdasarkan data hasil pengukuran yang telah dilaksanakan untuk tiap
fasanya, terlihat bahwa kondisi pembebanan pada Gedung PT Malmass Mitra Teknik
memiliki kondisi yang tidak seimbang. Kemudian, nilai distorsi harmonisa paling besar
terdapat pada panel MCB ke-3 untuk tegangan dan untuk arus paling besar panel MCB ke2. Pengukuran kandungan harmonisa arus untuk tiap panel MCB yang lebih dominan
terdapat pada orde harmonisa ke-3. Hasil simulasi dengan filter harmonisa pasif LC
menunjukkan bahwa rata-rata THD untuk tiap panel MCB pada Gedung PT Malmass Mitra
Teknik mengalami penurunan dan nilai % THD arus hasil simulasi tersebut belum sesuai
dengan IEEE 519-2014. pada panel MCB ke-1 sudah mengalami penurunan signifikan dan
sudah sesuai dengan standar IEEE 519-2014. Pada panel MCB ke-1 sebelum filter pasif
6,86% dan sesudah filter pasif 3,80% mengalami penuruanan 3,06%. Pada panel MCB ke2 sebelum filter pasif 8,86 % dan sesudah filter pasif LC 8,84 % mengalami penuruanan
0,02%. Pada panel MCB ke-3 sebelum filter pasif LC 79,36% dan sesudah filter pasif
77,92% mengalami penurunan 1,44%. Pada panel MCB ke-4 sebelum filter pasif 18,18 %
dan sesudah filter pasif 18,14% mengalami penuruanan 0,02%. Pada panel MCB ke-5
sebelum filter pasif 9,26% dan sesudah filter pasif 9,25 % mengalami penuruanan 0,01%.
Kata kunci: Beban non linier, harmonisa , Torsi Harmonic Distortion, Staandar IEEE 519-
2014, filter pasif