Abstract :
Dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, diperhadapkan pada
berbagai persoalan dan tantangan hidup baik secara pribadi, keluarga dan juga
secara institusi/orgasasa. Hal ini adalah keterberian manusia. Dalam mengelola
kehidupan yang serba kompleks, manusia tidak terlepas dari risiko. Hal ini pun
terjadi dalam institusi gereja yang dianggap sebagai lembaga yang suci. Risiko ini
bisa dialami dalam bentuk apa saja dan jika risiko tidak dikelola dengan baik,
maka tentu akan memunculkan harms atau kerugian bagi gereja. Hal ini semakin
diperparah apabila gereja sendiri tidak memiliki manajemen risiko yang baik.
Gereja sendiri sudah waktunya menjadi insttusi yang adaptif siring
perkembangan zaman, dan sudah waktunya mengembangkan, memanfaatkan
manajemen risiko sebagai mitigasi, atau prefention, menyadari risiko yang terjadi
sebagai keterberian.
Dengan mengembangkan manajemen risiko mampu meminimalisir kerugian atau
harms. Gereja sebagai organisasi yang sudah tua dan berpengalaman
pemanfaatan, ini mesti dimulai ditingkat struktur yang berkedudukan
mengendalikan. Melalui struktur kepemimpinan gereja sudah harus memulai
memanfaatkan, memberdayakan manajemen risiko dengan tahapan identifikasi
risiko, menilai risiko, mengelola risiko, implementasi pengelolaan risiko dan
tahapan evaluasi.
Tesis ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan metode
Terapan. Metode terapan menjadi pilihan karena penulis sendiri adalah
narasumber dalam masalah yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan secara
ilmiah yaitu melalui observasi, dokumentasi dan kuesioner. Proses peneliatian
dilakukan selama hamper 3 bulan secara berturut-turut atau intensif dengan
kelompom sasaran sebagai obyek penelitian yaitu Pimpinan klasis, dan berbagai
stakeholder terkait yang dianggap relevan dengan penelitian untuk memperkuat
argumentasi penulis.
Jika pola Manajemen risiko sudah diberdayakan, dapat dianggap sebagai
bentuk rekosntruksi dalam tata kelola manajemen yang baik. Hal ini, saat ini
menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak, karena disaat manajemen risiko
diberdayakan, akan menjadi langkah maju gereja sekaligus mampu mendeteksi
risiko sejak dini dalam pengelolaan gereja sehingga dapat dimitigasi.
Risiko-risiko yang laten diprediksi selalu muncul selama ini adalah: Risiko
pemberian kewenangan yang tidak sesuai dengan ?The Right man on the right
man place?, Risiko budgeting, risiko alam, risiko sosial dan risiko keamanan,
risiko sumber daya manusia, risiko manajemen pengelolaan pelaksanaan tugas
gereja, risiko manajemen keuangan, risiko sumber dana, risiko proses
pengelolaan, risiko transparansi keuangan, risiko keterlibatan jemaat, risiko
ketidakpastian pendapatan, risiko kebijakan keuangan, dan risiko
Pendidikan/pelatihan keuangan, dan lain-lain.
Tesis ini juga menyimpulkan GKI di Tanah Papua, belum sama sekali
memanfaatkan manajemen tata Kelola gereja disemua aspek. Secara khusus untuk
risiko dalam tata kelola kepemimpinan gereja, sehingga diharapkan perubahan yang radikal bagi gereja perlu segera dilaksanakan tahapan manajemen risiko
yaitu, tahap: Identifikasi risiko, Penilaian risiko, mengelola risiko, Implementasi
risiko, dan tahap akhir yaitu evaluasi. Sebab struktur gereja dikelola dengan
menggunakan manajemen risiko maka sangat berdampak bagi kemajuan gereja
yang selama ini tidak dikelola sehingga terjadi stagnasi dan kekakuan yang
berkepanjangan dalam tata Kelola kepemimpinan di Tingkat struktur.
Kata Kunci: Manajemen Risko, Tata Kelola, GKI di Tanah Papua. / In human life as sosial creatures, we are faced with various personal and
life challenges both personally, in the family and also
institutionally/organizationally. This is a human gift. In managing complex life,
humans are inseparable from risks. This also happens in church institutions which
are considered sacred institutions. This risk can be experienced in any form and if
the risk is not managed well, it will certainly result in losses or losses for the
church. This is further exacerbated if the church itself does not have good risk
management.
It is time for the Church itself to become an adaptive institution in
accordance with the times, and it is time to develop, adopting risk management as
mitigation, or prevention, realizing the risks that occur as a given. By developing
risk management you can minimize losses or losses. The church, as an old and
experienced organization, uses this must begin at the level of the structure which
has a controlling position. Through the leadership structure the church must begin
to utilize, empower risk management with the stages of identifying risks,
assessing risks, managing risks, implementing risk management and evaluation
stages.
This tesis is field research with an applied method approach. The applied
method is the choice because the author himself is the source in the problem being
studied. Data collection was carried out scientifically, namely through
observation,