Abstract :
Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia, namun belum semua
anggota masyarakat dapat menikmati dan mendapatkan rumah yang layak, sehat,
aman dan nyaman. Oleh karena itu upaya pembangunan perumahan dan
pemukiman terus meningkat mengikuti kebutuhan konsumen.Dalam kegiatan
usaha perumahan, pelaku usaha menggunakan berbagai cara mempromosikan
produk mereka, untuk menarik perhatian para calon pembeli. Kegiatan promosi
dilakukan melalui berbagai media promosi seperti brosur, iklan, dan janji yang
disampaikan oleh pelaku usaha, akan tetapi dalam pelaksanaannya informasi
yang didapat dari media promosi tidak nyata dan jelas, sehingga menimbulkan
persepsi yang berbeda oleh konsumen.
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah yuridis normatif,
yaitu dengan mengkaji peraturan-peraturan hukum yang berlaku termasuk
norma dan asas-asas yang terkandung dalam peraturan-peraturan yang
berkaitan dengan hukum perlindungan konsumen dalam pembelian perumahan.
Ketiadaan pengaturan tentang tata cara diajukannya keberatan menjadi
hambatan bagi pengadilan negeri dalam melakukan upaya pemeriksaan keberatan
oleh karena itu dengan dikeluarkannnya Peraturan Mahkamah Agung Tahun 2006
mengenai ?Tata Cara Pengajuan Keberatan Terhadap Putusan BPSK?, maka
diperoleh persamaan pandangan dalam menafsirkan suatu peraturan. Putusan
mediasi dan konsiliasi dapat disepadankan dengan adanya suatu perdamaian
(dading) di luar pengadilan atau di dalam pengadilan sehingga putusannya
bersifat final dan mengikat. Kata Kunci : Perlindungan Konsumen, Konsumen
(pembeli), pelaku usaha (developer),
Badan Penyelesaian Sengketa
Konsumen (BPSK). / Houses are a basic human need, but not all community members can enjoy
and get a decent, healthy, safe and comfortable home. Therefore, efforts to build
housing and settlements continue to increase following the needs of consumers.
In residential business activities, businesses use various ways to promote their
products, to attract the attention of prospective buyers. Promotional activities are
carried out through various promotional media such as brochures,
advertisements, and promises delivered by businesses, but in its implementation
the information obtained from promotional media is not real and clear, giving
rise to different perceptions by consumers.
In this study, the method used is normative juridical, namely by reviewing
the applicable legal regulations including norms and principles contained in the
regulations relating to consumer protection law in purchasing housing.
The absence of regulations regarding the procedure for filing an objection
is an obstacle for the district court in making an examination of objections.
Therefore, with the issuance of the 2006 Supreme Court Regulation on
"Procedures for Submitting Objections to BPSK Decisions", the same views were
obtained in interpreting a regulation. Mediation and conciliation decisions can be
in line with the existence of a peace (dading) outside the court or in court so that
the decision is final and binding.Keywords : consumer protection law, Consumer
(buyer) protection, business (developer),
Consumer Dispute Settlement
Agency (BPSK).