DETAIL DOCUMENT
Analisis Yuridis Penerapan serta Pemidanaan Terhadap Perbarengan Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan dan Perbuatan Cabul
Total View This Week0
Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Joshua, Anugerah Stephen
Subject
LAW 
Datestamp
2024-08-08 04:58:50 
Abstract :
Tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan tindak pidana pencabulan sering terjadi di kalangan masyarakat. Terjadinya dua tindak pidana secara sekaligus disebut perbarengan tindak pidana. Namun dalam penerapan aturan yang diterapkan serta pemidanaan dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelaku yang melakukan dua tindak pidana secara sekaligus tidaklah sesuai dengan aturan yang ada. Seperti pada studi kasus putusan PN no:889/Pid.B/2014/PN.Rap. Berdasarkan uraian tersebut di atas, yang melatar belakangi permasalahan bagaimana penerapan pasal 65 KUHP serta bagaimana pemidanaan menurut pasal 65 KUHP terhadap putusan PN no:889/Pid.B/2014/PN.Rap. Penelitan ini menggunakan metode kepustakaan yaitu metode yang berdasarkan atas studi literatur buku-buku yang bersifat ilmiah, peraturan perundang-undangan yang terkait, serta matakuliah yang berhubungan dan jurnal-jurnal atau website yang berhubungan dengan penyelesaian permasalahan tersebut. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam putusan PN no:889/Pid.B/2014/PN.Rap tidak diterapkan atau disertakan tentang perbarengan tindak pidana, baik didalam dakwaan, tuntutan, dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan. Padahal menurut KUHP hal ini merupakan tindak pidana perbarengan yang diatur dalam pasal 65 KUHP. Kata Kunci :Tindak Pidana, Pencurian Dengan Kekerasan, Pencabulan, Perbarengan, Penerapan, Pemidanaan, Pasal 65 KUHP. / riminal acts of theft with violence and criminal offenses often occur among the public. The occurrence of two criminal acts is simultaneously called a criminal offence. But in the application of the rules applied and the imposition in sentenced against perpetrators who conduct two criminal acts at the same time does not conform to the existing rules. As in case studies verdict PN no:889/Pid.B/2014/PN.Rap Based on the explanation above, the issue of how the implementation of chapters 65 KUHP and how the EAS according to the article 65 KUHP Against the ruling PN no:889/Pid.B/2014/PN.Rap. This research uses a library method that is based on the study of scholarly books of literature, related statutory regulations, and related courses and related journals or websites. With the resolution of the problem. The results stated that in the ruling PN no:889/Pid.B/2014/PN.Rap is not applied to or included with criminal acts, whether in the indictment, demands, and judgment of judges in the decision. However, according to KUHP this is a criminal offence arranged in article 65 KUHP.Keyword : Criminal offence, Theft by violence, Abuse, Contemplation, Application, Pipetting, Article 65 KUHP. 
Institution Info

Universitas Kristen Indonesia