Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Pradayanti, Cicilia Putri
Subject
LAW
Datestamp
2024-08-09 03:34:45
Abstract :
Skripi ini ditulis dilatar belakangi karena perkembangan yang terjadi di
masyarakat pada saat ini banyak terjadi ikatan perkawinan yang dilaksanakan
cenderung cukup hanya memenuhi persyaratan hukum agamanya saja dengan
mengabaikan pencatatan perkawinan pada lembaga yang berwenang yaitu di
Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil. Perkawinan yang tidak
dicatatkan ini dikenal dengan istilah perkawinan di bawah tangan. Perkawinan ini
tidak sesaui dengan dengan apa yang terdapat pada ketentuan pasal 2 ayat (2)
Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan yang menyebutkan
bahwa tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perkawinan yang berlaku. Pencatatan
perkawinan ini bukan bukan semata-mata tindakan administratif saja, akan tetapi
pencatatan perkawinan sangat penting untuk mendapatkan bukti otentik berupa
akta perkawinan yang dapat menjelaskan selengkap-lengkapnya tentang
perkawinan sehingga akan memperoleh kepastian hukum.
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam membahas dan
pemecahan skripsi atau tulisan akhir ini penulis menggunakan metode penelitian
yuridis normatif. Data yang digunakan adalah penulis memperoleh sumber
datanya melalui studi kepustakaan. Studi kepustakaan dilakukan dengan
membaca, membandingkan serta menganalisa bahan-bahan kepustakaan yang
penting untuk menggali serta mengembangkan data-data yang diperoleh.
Pencatatan terhadap perkawinan membawa dampak hukum tersendiri bagi
perkawinan tersebut. Dalam pengertian dengan dicatatkannya perkawinan tersebut
menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku maka perkawinan tersebut
diakui oleh negara. Oleh karena itu dengan tidak dicatatkannya perkawinan, maka
menurut pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang nomor 1 tahun 1974
Tentang Perkawinan dianggap tidak sah yang berdampak hukum terhadap status perkawinan, terhadap istri, dan anak serta harta kekayaan. Pada akhirnya
pencatatan perkawinan merupakan syarat yang harus dipenuhi agar perkawinan
menjadi sah menurut agama dan ketentuan hukum perundang-undangan yang
berlaku. Diharapkan penntingnya membangun kesadaran terhadap kaum wanita
mengenai kewajiban untuk mencatatkannya perkawinan secara resmi yang
dicatatkan pada pejabat yang berwenang agar memperoleh akta perkawinan. Kata Kunci : Dampak, Perkawinan di Bawah Tangan, Anak, istri.