Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Saudale, Christian Daniel Haggai Hope Immanuel
Subject
Specialties of internal medicine
Datestamp
2020-04-21 04:21:49
Abstract :
Dispepsia adalah satu penyakit tidak menular yang mempunyai angka kejadian
tinggi di dunia. Definisi dispepsia adalah kumpulan gejala saluran pencernaan atas
meliputi rasa nyeri atau tidak nyaman di area gastro-duodenum (epigastrium), rasa
terbakar, penuh, cepat kenyang, mual atau muntah. Salah satu alat diagnostik untuk
dispepsia adalah endoskopi. Mengetahui penyakit-penyakit yang ditemukan pada
pasien dispepsia setelah menjalani pemeriksaan endoskopi, adalah tujuan dari
penelitian ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif. Subjek
penelitian terdiri dari 58 orang pasien dispepsia yang dilakukan pemeriksaan endoskopi
di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang dari Januari hingga November 2018.
Proporsi tertinggi pasien dispepsia adalah Gastritis erosif (55,42%), jenis kelamin pria
(51,72%), usia 51-60 tahun (29,31%) dan suku Timor (27,58%)
Kata Kunci : dispepsia, endoskopi, jenis penyakit
Dyspepsia is a non-contagious disease that has a high incidence in the world.
Definition of dyspepsia is a collection of symptoms of the upper digestive tract
including pain or discomfort in the area of the gastro-duodenum (epigastrium), burning,
fullness, rapid satiety, nausea or vomiting. Knowing the diseases found in dyspepsia
patients after undergoing endoscopic examination, is the purpose of this study. The
metode of this study is retrospective descriptive. The subject of the study consisted of
58 people with dyspepsia who performed endoscopic examination at the RSUD Prof.
Dr. WZ Johannes Kupang from January to November 2018. The highest proportion of
dyspepsia patients is Gastritis erosiva (55.42 %), male sex (51.72%), age 51-60 years
(29.31%) and Timorese tribe (27.58%)
Keywords : dyspepsia, endoscopy and type of disease