Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Harita, Meltin Srisusanti
Subject
SOCIAL SCIENCES
Datestamp
2024-10-03 11:03:18
Abstract :
Perkembangan kemajuan rudal jarak jauh milik Korea Utara menjadi dorongan bagi
Korea Selatan untuk bekerja sama dengan AS dalam membuat kerangka
perlindungan sistem anti rudal balistik yang disebut Terminal High Altitude Area
Defense (THAAD). Namun, sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh
Kementerian Luar Negeri Tiongkok menunjukkan penentangan terhadap THAAD
di Korea Selatan. Tiongkok menegaskan bahwa cakupan radar X-band AN/TPY-2
milik sistem THAAD dapat secara langsung melacak area dan informasi senjata
Tiongkok dan diteruskan ke satelit Amerika Serikat. Tindakan penempatan THAAD
di Korea Selatan membentuk persepsi Tiongkok terhadap ancaman yang dapat
ditimbulkan THAAD. Penelitian ini menggunakan teori persepsi ancaman Robert
Jervis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui
pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dengan
studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah Penolakan Tiongkok terhadap
THAAD Korea Selatan dikarenakan adanya fakta fakta yang menguatkan persepsi
Tiongkok bahwa THAAD adalah ancaman. Fakta tersebut adalah THAAD
menggangu keamanan wilayah militer Tiongkok, menimbulkan status dilema dan
memperkuat aliansi antara Korea Selatan-Amerika Serikat-Jepang di kawasan Asia
Timur.
Kata Kunci: Tiongkok, Korea Selatan, Persepsi Ancaman, Terminal High Altitude
Area Defense. / The development of North Korea's long-range missile advancements has been the
impetus for South Korea to cooperate with the US in establishing an anti-ballistic
missile system protection framework called Terminal High Altitude Area Defense
(THAAD). However, an official statement issued by the Chinese Foreign Ministry
showed opposition to THAAD in South Korea. China asserts that the THAAD
system's AN/TPY-2 X-band radar coverage can directly track China's area and
weapons information and relay it to US satellites. The act of deploying THAAD in
South Korea shaped China's perception of the threat THAAD could pose. This
research uses Robert Jervis' threat perception theory. This research uses a
descriptive qualitative research method through a case study approach. This
research uses secondary data sources with literature studies. The result of this study
is China's rejection of South Korea's THAAD due to the facts that strengthen
China's perception that THAAD is a threat. These facts are THAAD disrupts the
security of China's military territory, creates a status dilemma and strengthens the
alliance between South Korea-United States-Japan in the East Asia region.
Keywords: China, South Korea, Threat Perception Terminal High Altitude Area
Defense