Abstract :
Perilaku merokok merupakan perilaku yang berbahaya bagi kesehatan, tetapi
masih banyak orang yang melakukannya. Bahkan orang mulai merokok ketika
mereka masih remaja. Sejumlah studi menegaskan bahwa kebanyakan perokok mulai
merokok pada usia 13 tahun dan 85% sampai 95% sebelum umur 15 tahun. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres dengan perilaku merokok pada
mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran UKI Angkatan 2016 Cawang Jakarta.
Penelitian ini mengunakan desain penelitian Observasional Analitik dengan
pendekatan case control study. Jumlah sampel sebanyak 70 responden. Pemilihan
sampel dilakukan dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan
menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan menggunakan uji statistic chi-square,
dengan tingkat kemaknaan p (?) = 0,05. Hasil analisa menunjukkan ada hubungan
antara tingkat stress remaja terhadap perilaku merokok remaja siswa dengan nilai
kemaknaan p=0,000. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara
tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa perokok Fakultas Kedokteran
UKI Angkatan 2016 Cawang Jakarta. Untuk penelitian selanjutnya dibutuhkan lebih
banyak responden dan alat ukur yang lebih baik untuk meningkatkan keakuratan hasil
penelitian.
Kata Kunci : Tingkat stres, Perilaku merokok remaja.
Smoking behavior is behavior that is harmful to health, but there are still
many people who do. Even people start smoking when they were teenagers. A
number of studies confirm that most smokers start smoking at the age of 13 years and
85% to 95% before the age of 15 years. This study aims to determine the relationship
between stress and smoking behavior in students smokers faculty of medicine UKI
Force 2016 Cawang Jakarta. This research uses Analytical observational study design
with case control study. The total sample of 70 respondents. Sample selection is done
with purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed
using chi-square statistical test, with a significance level of p (?) = 0.05. Results of
the analysis showed no relationship between the level of adolescent stress on
adolescent smoking behavior of students with a significance value of p = 0.000. It can
be concluded that there is a significant association between stress levels and smoking
behavior in students smokers faculty of medicine UKI Force 2016 Cawang Jakarta.
For further research is needed more respondents and better measurement tools to
improve the accuracy of the results.
Keywords : Stress level, Smoking behavior is juvenile.