Abstract :
Ketidakstabilan politik yang terjadi antara Korea Selatan dan Korea Utara terjadi akibat perbedaan ideologi di mana Korea Selatan menganut demokrasi liberalis sedangkan Korea Utara menganut ideologi juche, serta kebijakan politik yang diimplementasikan kedua negara. Kebijakan politik Korea Selatan yang bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam latihan militer berdampak pada lingkungan, sebaliknya Korea Utara dalam kebijakan politiknya untuk menginovasikan nuklir menjadi senjata menyebabkan ketegangan politik semakin meningkat serta berdampak pada lingkungan di Semenanjung Korea. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengetahui dampak dari instabilitas politik yang terjadi antara Korea Selatan dan Korea Utara terhadap kelestarian lingkungan di Semenanjung Korea. Permasalahan ketidakstabilan politik antara kedua negara ini dianalisis dengan menggunakan konsep instabilitas politik dan teori environment security. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instabilitas politik terjadi di Semenanjung Korea akibat dari kebijakan politik Korea Selatan-Korea Utara, di mana Korea Utara tetap melakukan uji coba senjata nuklirnya dan Korea Selatan tetap melakukan latihan militer dengan AS dan Jepang, hal tersebut mengakibatkan dampak buruk bagi kelestarian lingkungan seperti degradasi lingkungan, emisi gas rumah kaca, perusakan hutan, keracunan air tanah, penurunan produksi pertanian, pengusiran penduduk, rusaknya ekosistem laut dan tanah.
Kata Kunci : Instabilitas Politik, Latihan Militer, Lingkungan, Nuklir. / Political instability that occurs between South Korea and North Korea occurs due to
differences in ideology where South Korea adheres to liberalist democracy while North Korea
adheres to juche ideology, as well as political policies implemented by both countries. South
Korea's political policy of cooperating with the United States and Japan in military exercises
has an impact on the environment, whereas North Korea in its political policy to innovate
nuclear weapons causes political tensions to increase and has an impact on the environment
on the Korean Peninsula. This study aims to analyze and determine the impact of political
instability that occurs between South Korea and North Korea on environmental sustainability
on the Korean Peninsula. The problem of political instability between the two countries is
analyzed using the concept of political instability and environmental security theory. This
research uses a qualitative research method with a case study research type. The results of this
study shows that political instability occurs on the Korean Peninsula as a result of South
Korea-North Korea's political policy, where North Korea continues to innovate its nuclear
weapons and South Korea continues to conduct military exercises with the US and Japan, this
has resulted in adverse impacts on environmental sustainability such as environmental
degradation, greenhouse gas emissions, forest destruction, groundwater poisoning, decreased
production of agricultural crops, and decreased greenhouse gas emissions.
Keywords: Political Instability, Military Exercises, Environment, Nuclear.