Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Simanullang, Helveria Santa Yohana
Subject
SOCIAL SCIENCES
Datestamp
2024-08-13 03:09:21
Abstract :
Riset ini mengungkap kontribusi feminisme melalui film Barbie dalam melawan
patriarki di Korea Selatan. Masyarakat modern Korea Selatan masih terikat dengan
budaya patriarki yang menyebabkan ketidaksetaraan gender. Dengan teori
feminisme liberal dari Mary Wollstonecraft mendukung keadilan dan kesetaraan,
menegaskan bahwa kesetaraan gender adalah bagian penting dari prinsip liberal
yang mendasari masyarakat yang adil. Film Barbie dapat berfungsi sebagai alat
untuk mengubah cara orang melihat perempuan di masyarakat yang masih
diwarnai oleh norma-norma patriarki. Metode yang digunakan adalah metode
kualitatif. Untuk menemukan ide-ide feminis yang tercermin dalam karakter
perempuan dalam film, penelitian ini memanfaatkan interpretasi bahasa audio
visual. Tujuan dari penulisan ini mengetahui peran khusus yang dimainkan oleh
"Barbie" dalam gerakan feminisme. Dalam penelitian ini akan menjelaskan film
Barbie yang berkontibusi menjadi film edukasi justru ditolak oleh masyarakat
Korea Selatan membuktikan bahwa feminisme masih tabu untuk dibahas. Jadi
studi ini menemukan bahwa film Barbie sebagai media feminisme ternyata bentuk
representasi patriarki di Korea Selatan. Film Barbie merupakan media massa yang
memengaruhi persepsi masyarakat terhadap bias gender. / This research reveals the contribution of feminism through Barbie films in the
fight against patriarchy in South Korea. South Korean modern society is still tied
to a patriarchal culture that causes gender inequality. With the liberal feminism
theory of Mary Wollstonecraft advocating justice and equality, affirming that
gender equality is an essential part of the liberal principle underlying a just
society. Barbie movies can serve as a tool to change the way people see women in
societies that are still coloured by patriarchal norms. The method used is
qualitative. To find the feminist ideas that are reflected in the female character in
the film, this study utilizes visual audio language interpretation. The purpose of
this writing is to know the special role played by "Barbie" in the movement of
feminism. In this study, it will explain that Barbie films that converge into
educational films are rejected by South Korean society proving that feminism is
still taboo to discuss. So this study found that Barbie films as a feminism media
turned out to be a form of representation of patriarchy in South Korea. Barbie
films are mass media that influence public perceptions of gender bias.