DETAIL DOCUMENT
Persaingan Kekuatan Besar Dunia dalam Proxy War di Krisis Suriah
Total View This Week0
Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Wahyudi, Diki
Subject
Scope of international relations with regard to countries, territories, regions, etc. 
Datestamp
2024-08-15 02:21:54 
Abstract :
Fenomena Arab Spring yang menjalar di Kawasan Timur Tengah telah menjadi pertanda dari bangkitnya negara negara di Kawasan ini untuk menggulingkan pemerintahan otoriter. Konflik internal yang melibatkan presiden Bashar al-Assad dengan kelompok pemberontak di Suriah sudah terjadi selama lebih dari satu dekade lamanya. Karena Lokasi yang strategis di kawasan timur tengah serta terdapatnya berbagai kepentingan internal maupun eksternal, Konflik ini melibatkan banyak sekali aktor di dalamnya. Banyaknya kepentingan yang mempengaruhi kondisi global kemudian menarik banyak negara negara luar bahkan Negara Great Power untuk terlibat dalam konflik tersebut khususnya Amerika Serikat, Russia dan Tiongkok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan Studi Khasus dan tipe penelitian dekstriktif-analitik. Dengan mengunakan konsep Civil War, Proxy War dan Proxy War, penelitian ini menjawab petanyan menenai bagaimana dan mengapa AS, Rusia, dan Tiongkok melakukan Proxy War di Suriah. Keterlibatan AS, Rusia, dan Tiongkok dalam konflik Suriah bertujuan mencegah dominasi kekuatan tunggal di Timur Tengah. AS mendukung pemberontak, sementara Rusia dan Tiongkok mendukung rezim Assad untuk menjaga kepentingan strategis mereka masing-masing. Suriah yang menjadi medan bagi ketiga negara besar ini untuk memperkuat pengaruh melalui dukungan ekonomi, keamanan, dan bantuan kemanusiaan, sesuai dengan konsep perang proxy yang menjelaskan bahwa Tindakan tersebut mencerminkan dilema keamanan dan upaya menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan ini. Kata Kunci: Proxy War, AS, Rusia, Tiongkok, Suriah, Konflik. / The Arab Spring phenomenon that spread across the Middle East has become a sign of the rise of countries in this region to commemorate authoritarian rule. The internal conflict involving President Bashar al-Assad and rebel groups in Syria has been going on for more than a decade. Due to its strategic location in the Middle East region and various internal and external interests, this conflict involves many actors. The many interests that influence global conditions then attract many countries outside, even the Great Powers, to get involved in the conflict, especially the United States, Russia and China. This research uses a qualitative research method with a special study approach and descriptive-analytic research type. By using the concepts of Civil War, Proxy War and Proxy War, this research answers questions about how and why the US, Russia and China carried out a Proxy War in Syria. The involvement of the US, Russia and China in the Syrian conflict aims to prevent the domination of a single power in the Middle East. The US supports the rebels, while Russia and China support the Assad regime to maintain their respective strategic interests. Syria has become a terrain for this third major country to strengthen its influence through economic support, security and humanitarian assistance, in accordance with the concept of proxy war which explains that this action reflects the security dilemma and efforts to maintain the balance of power in this region. Keywords: Proxy War, US, Russia, China, Syria, Conflict. 
Institution Info

Universitas Kristen Indonesia