Abstract :
Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi efek samping dari Diplomasi Lingkungan
dalam kerangka kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat pada pembangunan
PLTB Sidrap I, sebagai upaya promosi pengembangan energi terbarukan dan juga
sebagai bentuk kontribusi terhadap tujuan global dari Paris Agreement. Indonesia
berupaya menerapkan perubahan dari energi fosil menuju energi baru terbarukan
yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan potensi energi angin melalui
PLTB Sidrap I. Proyek ini tidak hanya bertujuan mengurangi dampak negatif
penggunaan energi fosil, tetapi juga mendukung target pemerintah Indonesia untuk
mencapai 23% energi terbarukan pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.
Dalam kerja sama dengan UPC Renewables dari Amerika Serikat, PLTB Sidrap I
dengan kapasitas 75 MW diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar
70.000 rumah tangga, menciptakan lapangan kerja, dan merangsang ekonomi lokal.
Penelitian ini menggunakan konsep Diplomasi Lingkungan dan Keamanan Energi
4 A's untuk menganalisis implementasi proyek PLTB Sidrap I dengan metodologi
kualitatif, meliputi teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi, dan
wawancara langsung. Temuan penelitian menyoroti pentingnya edukasi dan
keterlibatan masyarakat sebagai kunci untuk memastikan dukungan dan
keberlanjutan proyek ini. PLTB Sidrap I menjadi contoh konkret implementasi
Diplomasi Lingkungan yang efektif, memanfaatkan teknologi dan investasi
internasional untuk mencapai keberlanjutan energi nasional dan berpotensi menjadi
model bagi negara-negara lain. Namun, proyek ini juga menimbulkan efek samping
seperti kerusakan aset budaya lokal dan kurangnya edukasi kepada masyarakat,
yang memicu kritik dan resistensi dari masyarakat sekitar. Oleh karena itu,
diperlukan upaya yang lebih intensif dalam edukasi dan keterbukaan informasi
untuk memastikan keberhasilan serta keberlanjutan proyek energi terbarukan di
Indonesia, sejalan dengan komitmen global untuk mengatasi perubahan iklim
sesuai dengan Paris Agreement.
Kata Kunci: PLTB Sidrap I, Diplomasi Lingkungan, Energi Baru Terbarukan,
Keamanan Energi. / This study aims to explore the side effects of Environmental Diplomacy within the
framework of Indonesia-US cooperation in the development of PLTB Sidrap I, both
as a promotion effort for renewable energy development and a contribution to the
global goals of the Paris Agreement. Indonesia is transitioning from fossil fuels to
more environmentally friendly renewable energy, harnessing wind energy potential
through PLTB Sidrap I. The project not only aims to reduce the negative impacts
of fossil fuel use but also supports Indonesia's government target to achieve 23%
renewable energy by 2025 and 31% by 2050. In collaboration with UPC
Renewables from the United States, PLTB Sidrap I, with a capacity of 75 MW, is
expected to meet the electricity needs of approximately 70,000 households, create
jobs, and stimulate the local economy. This research employs the concept of
Environmental Diplomacy and Energy Security 4 A's to analyze the implementation
of PLTB Sidrap I using qualitative methodology, including data collection
techniques such as documentation, observation, and direct interviews. The findings
underscore the importance of community education and engagement as key to
ensuring project support and sustainability. PLTB Sidrap I serves as a tangible
example of effective Environmental Diplomacy implementation, leveraging
international technology and investment to achieve national energy sustainability
and potentially serving as a model for other countries. However, the project also
presents side effects such as damage to local cultural assets and insufficient
community education, leading to criticism and resistance from local communities.
Therefore, intensified efforts in education and transparency are necessary to ensure
the success and sustainability of renewable energy projects in Indonesia, aligning
with global commitments to address climate change under the Paris Agreement.
Keywords: PLTB Sidrap I, Energy Diplomacy, Renewable Energy, Energy Security