Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Hutajulu, Tigor Ambrosius
Subject
TECHNOLOGY
Datestamp
2024-10-08 10:28:15
Abstract :
Analisis simpang tak bersinyal pada simpang jalan Raya Bogor ? jalan Gas Alam
dan analisis simpang bersinyal pada simpang jalan Raya Bogor ? jalan IR Haji Juanda,
dimana kedua persimpangan ini sangat dekat. Pertemuan dua arus lalu lintas yang besar
dari arah Jakarta dan dari arah Tol CIJAGO yang akan menuju ke Bogor dan Juanda
mengakibatkan sistem pengaturan simpang kurang efektif serta dberlakukannya sistem
lawan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju ke Juanda. Arus kendaraan dari arah
Bogor yang akan menuju ke Jakarta, dan arus kendaraan dari arah Juanda yang akan
menuju ke Bogor kecil, sehingga berdampak pada tundaan yang terlalu besar. Hal seperti
ini terjadi pada jam ? jam sibuk.
Dari hasil penelitan yang dilakukan pada pagi dan sore hari selama tiga hari,
diperoleh tundaan rata ? rata simpang sebelum contra flow untuk semua dari arah
Jakarta ( A), Bogor (B), Juanda (C), dimana tingkat pelayan jalan adalah F. setelah
dilakukan contra flow, terdapat perubahan , dimana tundaan berkurang dari arah Jakarta
( A), sehingga tingkat pelayanan menjadi E, sebaliknya tundaaan dari arah Bogor (B) dan
Juanda (C) bertambah,tetapi tingkat pelayanan tetap F. Hasil penelitian ini diharapkan
dapat menjadi masukan bagi pihak terkait, sebagai acuan dan pertimbangan untuk
pengaturan persimpangan yang lebih baik. Metode perhitungan analisis dan perencanaan
yang digunakan adalah metode MKJI 1997.
Kata kunci : simpang bersinyal, simpang tak bersinyal, lawan arus,
pemberlakuan sinyal lampu lalu lintas. / Analysis was signalized intersection at the intersection Raya Bogor - Natural Gas
road and intersection analysis on an intersection Raya Bogor - IR Haji Juanda street,
which is very close to the second intersection. The confluence of two major traffic flow
from Jakarta and from the Toll CIJAGO who will be heading to Bogor and Juanda lead to
adverse regulatory systems less effective as well as the enactment of the countercurrent
system vehicles from Jakarta to Juanda. The flow of vehicles from Bogor to be heading to
Jakarta, and the flow of vehicles from Juanda who will be heading to Bogor small, so the
impact on delays that are too big. Things like this happen on the hour - rush hour.
From the results of research conducted in the morning and evening for three days,
obtained average delay - average intersection before the contra flow to all of the direction
of Jakarta (A), Bogor (B), Juanda (C), where the level of the road is F. waiter after
performed contra flow, there is a change, where the delay is reduced from Jakarta (A), so
that the level of service becomes E, otherwise delay from Bogor (B) and Juanda (C)
increased, but the level of service remains F. The results of this study are expected to be
input for stakeholders, as guidelines and considerations for setting the intersection better.
Analysis and planning calculation method used is the method MKJI 1997.
Keywords: intersection, t