Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah tenaga kerja asing ilegal yang ada di Pulau
Bangka. Tenaga kerja asing (TKA) ilegal di Indonesia merupakan permasalahan sosial
yang terjadi sejak tahun 1958 (kemenperin.go.id, 2018). Permasalah ini berawal dari
masuknya TKA ke Pulau Bangka untuk bekerja. Tetapi peraturan yang ketat serta
kebijakan BVK yang membebaskan 169 negara masuk ke Indonesia tanpa visa
menimbulkan permasalahan sosial yang disebabkan oleh TKA yang melanggar peraturan.
Mobilitas keluar masuk orang asing ini berpotensi memberikan ancaman bagi keamanan
negara. Penelitian ini hendak meneliti bagaimana upaya kantor imigrasi kelas 1 TPI
Pangkalpinang dalam Penindakan TKA ilegal dan apa dampaknya terhadap permasalahan
TKA ilegal ini. Penelitian ini menggunakan teori Keamanan Non-tradisional, konsep
tenaga kerja asing, Teori Peran, serta Peran kantor imigrasi. Dengan menggunakan
metode penelitian kualitatif, serta menggunakan data primer dan sekunder dalam
pengumplan data nya. Peneliti menemukan WNA yang masuk ke Pulau Bangka Tahun
2018 berjumlah 2.734 orang, jumlah ini melonjak drastis yaitu sejumlah 6.925 di tahun
2019. Selain itu peneliti juga menemukan telah terjadi penyalahgunaan visa izin tinggal
yang dilakukan oleh WNA yang masuk ke Indonesia. Dampak dari permasalahan ini,
keimigrasian melalui program Timpora melakukan pengawasan serta penindakan
terhadap TKA yang melanggar. Langkah ini terbukti mampu menurunkan jumlah TKA
Ilegal di Pulau Bangka pada tahun 2018-2023.
Kata kunci: Kantor Imigrasi, tenaga kerja asing Ilegal, Peran. / This research is motivated by the problem of illegal foreign workers on Bangka Island.
Illegal foreign workers (TKA) in Indonesia are a social problem that has occurred since
1958 (kemenperin.go.id, 2018). This problem started with the influx of foreign workers to
Bangka Island to work. However, strict regulations and the BVK policy which exempts
169 countries from entering Indonesia without a visa have created social problems
caused by foreign workers who violate the regulations. This mobility in and out of
foreigners has the potential to pose a threat to state security. This research aims to
examine the efforts of the TPI Pangkalpinang class 1 immigration office in cracking down
on illegal foreign workers and what impact this has on the problem of illegal foreign
workers. This research uses non-traditional security theory, the concept of foreign
workers, role theory, and the role of the immigration office. By using qualitative research
methods, and using primary and secondary data in collecting the data. Researchers found
that there were 2,734 foreigners entering Bangka Island in 2018, this number increased
drastically to 6,925 in 2019. Apart from that, researchers also found that there had been
misuse of residence permit visas by foreigners entering Indonesia. As a result of this
problem, immigration through the Timpora program monitors and takes action against
foreign workers who violate them. This step has been proven to be able to reduce the
number of illegal foreign workers on Bangka Island in 2018-2023.
Keywords: Immigration Office, Ilegal Foreign Workers, Role