Abstract :
Praktek hutang piutang atau pinjam meminjam biasanya
dilandasi dengan Akta Pengakuan Hutang. Akta Pengakuan Hutang tersebut
adalah bentuk deklarasi sepihak. Karena di dalamnya hanya dapat memuat suatu
kewajiban untuk membayar hutang sejumlah uang tertentu atau pasti. Akta
pengakuan hutang ini dibuat dihadapan Notaris sehingga dapat memiliki
kekuatan hukum yang pasti.
Hubungan kreditur dan debitur yang berkaitan dengan
hutang piutang atau pinjam meminjam tidak selalu berjalan baik sebagaimana
yang diharapkan. Untuk menghindari hal tersebut, dibuatkanlah akta pengakuan
hutang oleh seorang Notaris dengan maksud jika dikemudian hari terjadi
wanprestasi, dapat dimintakan grosse-nya, karena grosse akta adalah
merupakan salinan dari suatu akta yang dibuat secara Notariil dengan diberi
kepala atau irah-irah ?DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN
YANG MAHA ESA?. Dalam penulisan skripsi ini penulis mengajukan tiga
pokok permasalahan, dan hal ini akan dipecahkan dengan metode-metode yang
mendukung. Oleh karena itu penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan
yang bersifat yuridis normatif, terhadap undang-undang dan peraturanperaturan yang berkaitan dengan grosse akta yang dibuat oleh Notaris,
kedudukan grosse Akta Pengakuan Hutang Perorangan yang dibuat oleh Notaris
sebagai akta otenti yang mempunyai kekuatan hukum.
Pada akhirnya akibat hukum terhadap pengalihan
kepemilikan atas jaminan yang melibatkan kuasa menjual dalam akta
pengakuan hutang dapat dianggap cacat hukum sehingga dapat ditolak
eksekusinya oleh pengadilan dan terdegradasi menjadi akta dibawah tangan. KATA KUNCI : Eksekusi Akta Pengakuan Hutang. / The practice of debt and credit is usually based on a
Credit Recognition Deed. The debt recognition document is a form of a
unilateral declaration. Because it can only contain an obligation to pay a
certain amount of money or certain debts. This debt recognition deed is
made before a notary public so that they can have definite legal force.
Creditors and debtors relating to debts or loans and
borrowing does not always go well as expected. To avoid this, a notary deed
is made by a notary with the intention that in the event of default, the grosse
may be requested, because the grosse deed is a copy of a notarial deed made
with a head or in the presence of 'BY THE JUSTICE OF BASIS'. BELIEF
IN THE ONE AND ONLY GOD". In writing this thesis the author proposes
three main problems, and this will be solved by methods that support.
Therefore this research is a normative juridical library research, on the laws
and regulations relating to the grosse deed made by a Notary, the position
of the grosse of the Individual Debt Recognition Deed which was made by
the Notary Public as a legal deed.
In the end, the legal consequences of the transfer of
ownership of collateral involving the power of sale in the deed of
recognition of debt can be deemed legal defect so that the execution can be
denied by the court and degraded to deed under the hand. KEYWORDS : Credit Recognition Deed.