Abstract :
Penelitian ini mengkaji minat pemuda Gereja Batak Karo Protestan (GBKP)
Cikarang terhadap penggunaan komunikasi bahasa daerah. Adanya fenomena
kurangnya minat pemuda GBKP menggunakan bahasa daerah dalam
berkomunikasi. Bahasa daerah berperan penting dalam menggambarkan identitas
budaya. Seiring dengan semakin bergesernya perkembangan zaman di era
globalisasi, minat penggunaan bahasa daerah lambat laun akan tergeser dengan
bahasa kekinian yang merubah cara berkomunikasi antar sesama pemuda GBKP
Cikarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui minat pemuda GBKP dalam
penggunaan bahasa Karo di era globalisasi. Metode penelitian menggunakan
penelitian Kualitatif. Lokasi penelitian di Gereja GBKP Cikarang, Jawa Barat.
Teknik pengumpulan data menggunakan cara wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Teori Vitalitasi Etnolinguistik untuk
mengetahui faktor dari pengaruh penggunaan bahasa daerah. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (1) minat pemuda GBKP terhadap penggunaan bahasa Karo
di Cikarang mengalami penurunan yang sesungguhnya terjadi, temuan ini juga
mengungkapkan bahwa minat tidak sepenuhnya hilang, karena pemuda GBKP
lebih ditekan oleh lingkungan yang tidak teratur atau berubah-rubah. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa Karo dalam berkomunikasi peran
keluarga, lingkungan serta era globalisasi serta tuntunan zaman. Penggunaan
bahasa karo di kalangan pemuda GBKP di Cikarang, Jawa Barat, mengalami
penurunan yang signifikan. Meskipun terdapat variasi dalam pemahaman dan
penggunaan bahasa Karo tergantung pada latar belakang kelurga, tempat tinggal
dan interaksi social, secara umum minat pemuda GBKP terhadap penggunaan
bahasa ibu mereka telah menurun.
Kata Kunci: Minat Pemuda, Komunikasi, Penggunaan, Bahasa Daerah. / This research examines the interest of the youth of the Batak Karo Protestant
Church (GBKP) Cikarang in the use of local language communication. There is a
phenomenon of lack of interest in GBKP youth using local languages in
communication. Local languages play an important role in describing cultural
identity. Along with the increasingly shifting times in the era of globalization,
interest in the use of local languages will gradually be replaced by the current
language which changes the way of communicating among GBKP Cikarang youth.
The purpose of this study was to determine the interest of GBKP youth in using the
Karo language in the era of globalization. The research method uses Qualitative
research. The research location is GBKP Church Cikarang, West Java. Data
collection techniques using interviews, observation, and documentation. This
research uses Ethnolinguistic Vitalization Theory to find out the factors of the
influence of the use of regional languages. The results showed that: (1) the interest
of GBKP youth in the use of Karo language in Cikarang has actually decreased,
this finding also reveals that interest is not completely lost, because GBKP youth
are more pressured by an irregular or changing environment. (2) factors that
influence the use of Karo language in communicating the role of family,
environment and the era of globalization and the guidance of the times. The use of
Karo language among GBKP youth in Cikarang, West Java, has decreased
significantly. Although there are variations in the understanding and use of Karo
depending on family background, place of residence and social interaction, in
general the interest of GBKP youth in the use of their mother tongue has declined.
Keywords: Youth Interest, Communication, Use, Local Language