Abstract :
Karya ini bertujuan mengeksplorasi peran produser dalam memproduksi atau
memproses video dokumenter Membelah Hutan: Madu Badui Menunjukan
Keaslianya. Karya video dokumenter ini bertujuan untuk mengangkat suku Badui
di pedalaman Banten, Indonesia, khususnya tradisi yang masih dijaga sampai saat
ini yaitu mengumpulkan madu di hutan yang mencerminkan keaslian budaya
mereka. Terkait dengan beredarnya pemberitaan bahwa banyaknya yang menjual
madu palsu di lingkungan Badui, hal ini dinilai mencoreng nilai budaya serta
keaslian akan budaya tersebut bagi masyarakat Badui. Pencipta karya ini
melibatkan analisis terhadap berbagai tahapan produksi, termasuk pra-produksi,
produksi, dan pasca-produksi. Pada saat tahap pra-produksi menyoroti proses
produser dalam menyiapkan berbagai kebutuhan alat yang di butuhkan, melakukan
riset dan observasi langsung untuk mendapatkan info penting dan juga
mengembangkan ide kreatif. Tahap produksi produser bertanggung jawab pada
aspek keuangan dan administrasi, selain itu produser juga harus bisa mengatur
jadwal produksi dan menangani aspek logistik. Untuk tahap pasca-produksi
produser melakukan pengawasan editing, pewarnaan, efek-efek pada gambar dan
rekaman suara. Hal ini menunjukkan bahwa produser memainkan proses kunci
dalam mengelola aspek-aspek produksi seperti anggaran, jadwal, dan koordinasi
tim. Produser juga bertanggung jawab dalam menjalin hubungan dengan pihak
terkait dan memfasilitasi kolaborasi yang erat antara tim produksi dan narasumber
lokal. Namun, pembuatan karya ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang
dihadapi oleh produser, termasuk kendala logistik, ketidakpastian lingkungan, dan
pemenuhan ekspektasi kreatif. Dalam mengatasi tantangan tersebut, produser
memperlihatkan keahlian dalam pengambilan keputusan yang tepat serta
kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi yang berubah.
Kata Kunci : Dokumenter, Suku Badui, Madu. / This work aims to explore the producer's process in producing or processing
the documentary film Splitting the Forest: Bedouin Honey Shows Its Authenticity.
This documentary film aims to highlight the Bedouin tribe in the interior of Banten,
Indonesia, especially the tradition that is still maintained today, namely collecting
honey in the forest, which reflects the authenticity of their culture. Regarding the
circulation of news that many people are selling fake honey in the Badui
environment, this is considered to tarnish the cultural values and authenticity of
this culture for the Badui community. The creation of this work involved analysis
of various stages of production, including pre-production, production, and post production. The pre-production stage highlights the producer's process in
preparing the various equipment needed, conducting research and direct
observation to obtain important information and also developing creative ideas. In
the production stage, the producer is responsible for financial and administrative
aspects, apart from that, the producer must also be able to organize the production
schedule and handle logistical aspects. For the post-production stage, the producer
supervises editing, coloring, effects on images and sound recording. This shows
that the producer plays a key process in managing production aspects such as
budget, schedule, and team coordination. The producer is also responsible for
establishing relationships with related parties and facilitating close collaboration
between the production team and local sources. However, the creation of this work
also identified several challenges faced by the producers, including logistical
constraints, environmental uncertainty, and meeting creative expectations. In
overcoming these challenges, the producer demonstrated skills in sound decision
making as well as the ability to adapt to changing situations.
Keywords: Documentary, Badui Tribe, Honey