Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Ambarita, Ribka Gabriella
Subject
Social sciences (General)
Datestamp
2024-08-20 08:36:11
Abstract :
Wisata keluarga merupakan segmen yang menunjukkan pertumbuhan
signifikan dalam industri pariwisata. Beberapa peneliti berpendapat bahwa
penyediaan destinasi yang family friendly adalah strategi efektif untuk
meningkatkan kunjungan wisatawan. Hotel Borobudur Jakarta, sebagai bagian dari
sektor pariwisata, mengusung branding sebagai "Family hotel" yang disampaikan
oleh Digital Marketing communication executive Hotel Borobudur Jakarta. Family
hotel atau hotel keluarga yaitu hotel yang memiliki target utama yaitu keluarga dan
memiliki klasifikasi seperti memiliki ruang kamar keluarga, tempat bermain anak,
fasilitas rekreasi dan lain sebagainya yang bisa digunakan untuk semua anggota
keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi khalayak terhadap
branding tersebut melalui konten Instagram. Karena Instagram sebagai media
sosial yang sering digunakan oleh Hotel Borobudur Jakarta tersebut menggunakan
teori resepsi Stuart Hall, yang mengkategorikan penerimaan pesan ke dalam tiga
posisi: dominan, negosiasi, dan oposisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dan metode analisis resepsi, serta menerapkan tipe kualitatif deskriptif.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 8 informan, observasi,
dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan variasi dalam penerimaan
branding Hotel Borobudur Jakarta oleh followers melalui Instagram. Mayoritas
informan yaitu 5 dari 8 informan berada pada posisi hegemoni dominan, sementara
1 informan berada pada posisi negosiasi, dan 2 informan pada posisi oposisi.
Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua khalayak menerima pesan secara
langsung atau sepenuhnya sesuai dengan maksud pengirim. Penelitian ini sejalan
dengan teori resepsi Stuart Hall, di mana keberagaman pemaknaan dianggap wajar
karena khalayak aktif memaknai pesan berdasarkan latar belakang mereka. Faktor-
faktor seperti pengalaman pribadi dengan hotel, pemahaman tentang branding, dan
pengetahuan media sosial mempengaruhi bagaimana followers menafsirkan pesan
branding Hotel Borobudur Jakarta sebagai hotel keluarga.
Kata kunci: Resepsi, Khalayak, Branding, Hotel keluarga. / Family tourism is a segment that shows significant growth in the tourism industry.
Some researchers argue that providing family-friendly destinations is an effective
strategy to increase tourist visits. Hotel Borobudur Jakarta, as part of the tourism
sector, promotes its branding as a "Family hotel," as conveyed by the Digital
Marketing Communication Executive of Hotel Borobudur Jakarta. A family hotel
primarily targets families and offers features such as family rooms, children's play
areas, recreational facilities, and other amenities that can be used by all family
members. This research aims to analyze audience reception towards this branding
through Instagram content. Since Instagram is frequently used by Hotel Borobudur
Jakarta, this study employs Stuart Hall's reception theory, which categorizes
message reception into three positions: dominant, negotiated, and oppositional.
The study uses a qualitative approach and reception analysis method, applying a
descriptive qualitative type. Data is collected through in-depth interviews with eight
informants, observations, and documentation. The research findings reveal
variations in the reception of Hotel Borobudur Jakarta's branding by Instagram
followers. The majority of informants, 5 out of 8, are in the dominant hegemonic
position, while 1 informant is in the negotiated position, and 2 informants are in
the oppositional position. These findings indicate that not all audiences receive the
message directly or entirely according to the sender's intent. This research aligns
with Stuart Hall's reception theory, where diversity in interpretation is considered
natural as audiences actively interpret messages based on their backgrounds.
Factors such as personal experiences with the hotel, understanding of branding,
and knowledge of social media influence how followers interpret the branding
message of Hotel Borobudur Jakarta as a family hotel.
Keywords: Reception, Audience, Branding, Family hotel