Abstract :
Sebagai Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing, berhak
memperoleh sesuatu hak atas tanah. Di dalam ketentuan Pasal 37 ayat (1)
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah,
menyebutkan setiap peralihan hak atas tanah melalui jual-beli hanya dapat
didaftarkan jika dapat dibuktikan dengan akta yang dibuat Pejabat Pembuat
Akta Tanah (PPAT). Dan Ketentuan dalam Pasal 19 ayat (1) UUPA tersebut
merupakan ketentuan yang ditujukan kepada pemerintah untuk
menyelenggarakan pendaftaran tanah di seluruh Indonesia.
Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana peralihan Hak
Milik atas tanah ditinjau dari peraturan Perundang-undangan di bidang
pertanahan dan bagaimana analisis hukum terhadap putusan majelis hakim
dalam perkara Nomor 842/Pdt.G/2018/PN.Tng.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research).
Untuk memperoleh data-data, kemudia dipaparkan dalam penelitian ini,
penulis menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier. Data
primer dalam penelitian ini adalah Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960
tentang pertanahan dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sedangkan
data sekunder diperoleh dari buku-buku maupun literatur lain, data tersier
diperoleh menggunakan internet, setelah data-data tersebut terkumpul lalu
disusun, dijelaskan kemudian dianalisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentingnya surat dalam
pertanahan di masyarakat di dukung oleh beberapa pihak seperti prosesnya
mudah sederhana di dukung oleh pejabat yang berwenang seperti P.P.A.T
yang di khususkan dalam mengerjakan berbagai urusan peratanahan, dan
dalam pertanahan sudah di lindungi oleh paying hukum yang kuat sehingga
tidak dapat di ganggu gugat jika memiliki surat-surat yang sah atau
(otentik). / As an Indonesian Citizen or Foreign Citizen, has the right to obtain a
right to land. In the provisions of Article 37 paragraph (1) of Government
Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration, it is stated
that every transfer of land rights through a sale can only be registered if it
can be proven by a deed made by the Land Deed Making Officer (PPAT).
And the provisions in Article 19 paragraph (1) of the LoGA are provisions
intended for the government to carry out land registration throughout
Indonesia.
The formulation of the problem in this thesis is how the transfer of
ownership rights over land in terms of legislation in the field of land and
how the legal analysis of the judges' decision in case Number 842 / Pdt.G /
2018 / PN.Tng.
This research is a library research (library research). To obtain data,
then explained in this study, the authors use primary data, secondary data,
and tertiary data. Primary data in this study are Law No. 5 of 1960
concerning land and the Civil Code, while secondary data are obtained from
books and other literature, tertiary data is obtained using the internet, after
these data are collected and compiled, explained later analyzed.
The results showed that the importance of letters in land affairs in the
community was supported by several parties such as the simple process was
supported by authorized officials such as PPAT which was specialized in
working on various matters of land affairs, and in land matters were
protected by paying strong laws so that they could not be sued if you have
legal or authentic documents