Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Sihotang, Veberina Dewi Lestari
Subject
LAW
Datestamp
2024-10-11 08:41:26
Abstract :
Tindak pidana dibidang cukai yang erat kaitannya dengan barang kena cukai
yang dibubuhi pita cukai. Pengenaan pungutan cukai terhadap minuman
mengandung etil alkohol, etil alkohol dan hasil tembakau bertujuan untuk
mengendalikan serta mengurangi dampak negatif pada kesehatan dan
menambah pebdapata negara. Hadirnya peraturan perundang undangan tentang
cukai bukan berarti kejahatan di bidang cukai semakin menurun. Dari uraian
tersebut terdapat dua rumusan masalah yaitu kewenangan PPNS Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai dalam penyidikan tindak pidana barang kena cukai yang
tidak dilekati pita cukai serta pemidanaanya. Penelitian ini merupakan jenis
penelitian yang bersifat yuridis normatif.
Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer
dalam penelitian ini adalah salinan putusan pidana cukai Nomor:
757/Pid.sus/2018/PN.Bdg. Sedangkan data sekunder yaitu berupa buku tentang
undang - undang cukai, buku kepabeanan dan cukai serta buku lain yang masih
berkaitan dengan judul penelitian.
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bea dan Cukai dalam melakukan
penyidikan tindak pidana cukai telah sesuai dengan tugas dan kewenangannya
berdasarkan Undang - undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang cukai. Penyidik
Pegawai Negeri Sipil Bea dan Cukai dalam menangani tindak pidana barang
kena cukai yang tidak dibubuhi pita cukai telah dilakukan dengan semaksimal
mungkin, terbukti dari banyaknya kasus penindakan terhadap tindak pidana
cukai. Pemidanaan pelaku tindak pidana cukai dilakukan dengan menindak
tegas para pelanggar ketentuan undang - undang cukai. / Criminal acts in the excise sector are overly related to exisable goods that
are not adhered with excise tapes. Imposition of excise taxation on drinks with ethyl
alcohol, ethyl alcohol, and tobacco products intends to manage and decrease the
negative impact on health and increase state revenues. The statutory regulations on
excise taxation does not impact on the decrease of excise crimes. Based on the
analysis, there are two research problems, including the authority of the PPNS of
the Directorate General of Customs and Excise in investigating criminal acts of
excisable goods that are not adhered with excise tapes and their penalties.
This is a normative juridical research. The data used are primary and
secondary data. In this study, the primary data is a copy of the excise criminal
decision Number 757/Pid.sus/2018/PN.Bdg. Meanwhile, the secondary data is in
the form of books on excise tax laws, customs and excise, and other related sources
to the research title.
Civil Servants Investigators (PPNS) of Customs and Excises in
investigating of excise criminal acts follow their duties and authorities based on
Law Number 39 of 2007 about excise. Civil Servants Investigators of Customs and
Excises in investigating criminal acts of excisable goods that are not adhered with
excise stamps have been performed to the maximum extent possible, as proven by
the number of cases of prosecution of excise criminal acts. The criminalization of
perpetrators of excise crime is carried out by act decisively on violators of the
provisions of the excise tax law.