Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Napitupulu, Billiam Binsar Madapan
Subject
Communication of technical information
Datestamp
2024-08-29 08:52:33
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bauran komunikasi pemasaran yang
diterapkan oleh Kedai Kopi Kaizen Heritage di Jakarta dalam mendorong brand
awareness pada konsumen. Penelitian ini penting karena Kaizen Heritage, yang
didirikan pada Agustus 2020 di tengah pandemi COVID-19, berhasil bertahan dan
berkembang hingga memiliki lima cabang di Jakarta. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks, yang
melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Kaizen Heritage menerapkan berbagai strategi komunikasi pemasaran
berjalan dengan baik. Promosi penjualan, acara-acara yang melibatkan konsumen,
serta hubungan masyarakat yang baik. Upaya pemasaran yang telah dilakukan
manajemen Kaizen ini antara lain membuat media sosial yaitu Instagram yang
terintegrasi satu dengan cabang yang lain untuk mempromosikan semua produk dan
aktivitas kegiatan yang dilakukan Media sosial, khususnya Instagram, digunakan
untuk mempromosikan produk dan aktivitas kedai , dengan mengundang artis lokal
sebagai hiburan untuk menarik pelanggan. Kaizen juga memanfaatkan influencer
dan food vlogger untuk mendorong brand awareness. Selain itu, Kaizen Heritage
rutin mengadakan kegiatan interaktif seperti polling di Instagram, tebak skor, dan
event. Bauran komunikasi pemasaran langsung juga diterapkan melalui penjualan
produk secara langsung dan online serta word of mouth marketing. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa bauran komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Kaizen
Heritage berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis. Brand
awareness Kaizen Coffee cukup baik, terlihat dari jumlah pelanggan yang banyak
dan rekomendasi dari konsumen satu ke konsumen yang lain. Penelitian
menunjukkan bahwa Kaizen Heritage berhasil mencapai tahap top of mind melalui
strategi media sosial yang kuat dan interaksi yang konsisten dengan pelanggan
mereka.
Kata Kunci: Bauran komunikasi pemasaran, brand awareness, kedai kopi Kaizen
Heritage. / This research aims to analyze the marketing communication mix implemented by
the Kaizen Heritage Coffee Shop in Jakarta in encouraging brand awareness
among consumers. This research is important because Kaizen Heritage, which was
founded in August 2020 in the midst of the COVID-19 pandemic, has managed to
survive and grow to have five branches in Jakarta. The research method used is a
qualitative method with a text analysis approach, which involves observation,
interviews and documentation. The research results show that Kaizen Heritage
implements various marketing communication strategies and works well. Sales
promotions, events involving consumers, and good public relations. Marketing
efforts that have been carried out by Kaizen management include creating social
media, namely Instagram, which is integrated with one other branch to promote all
products and activities carried out. Social media, especially Instagram, is used to
promote shop products and activities, by inviting local artists as entertainment to
attract customers. Kaizen also utilizes influencers and food vloggers to drive brand
awareness. Apart from that, Kaizen Heritage regularly holds interactive activities
such as polls on Instagram, guessing scores, and events. The direct marketing
communication mix is also implemented through direct and online product sales as
well as word of mouth marketing. This research concludes that the marketing
communications mix implemented by Kaizen Heritage plays an important role in
supporting business growth. Kaizen Coffee's brand awareness is quite good, as seen
from the large number of customers and recommendations from one consumer to
another. Research shows that Kaizen Heritage managed to reach the top of mind
stage through a strong social media strategy and consistent interactions with their
customers.
Keywords: Marketing communications mix, brand awareness, Kaizen Heritage
coffee shop."