Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Hutasoit, Yosafat Sahala Tua
Subject
Social sciences (General)
Datestamp
2024-08-28 07:52:45
Abstract :
Bullying telah menjadi fenomena yang mendapat perhatian global karena dampak
negatifnya terhadap kesejahteraan individu. Terutama, perkembangan teknologi dan
penetrasi media sosial telah memperluas cakupan bullying, termasuk di Gereja Bethel
Indonesia (GBI) Kamboja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran remaja dalam
upaya pencegahan bullying di media sosial, dengan fokus pada kontribusi mereka dalam
menemukan solusi secara hening. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan
wawancara mendalam terhadap sejumlah remaja aktif di media sosial X dari komunitas
GBI Kamboja. Penelitian ini menggunakan konsep yaitu Spiral of Silence. Temuan
penelitian menunjukkan bahwa remaja GBI Kamboja berperan penting dalam
mengidentifikasi, memahami, dan merespons tindakan bullying di platform media sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja gereja awalnya cenderung merasa takut atau
ragu untuk berpendapat terkait pencegahan bullying karena persepsi mereka sebagai
kelompok minoritas. Namun, melalui interaksi dalam media sosial X, beberapa anggota
kelompok minoritas ini berhasil mematahkan Spiral of Silence dengan berani menyuarakan
pendapat mereka. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang peran
remaja dalam melawan bullying di media sosial. Implikasi praktisnya mencakup perlunya
pendekatan kolaboratif antara remaja, keluarga, gereja, dan pihak terkait lainnya dalam
mengembangkan solusi yang efektif. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi
teoritis terhadap pemahaman tentang bagaimana remaja dapat menjadi agen perubahan
dalam memerangi bullying dalam konteks digital. / Bullying has become a phenomenon that has garnered global attention due to its negative
impact on individual well-being. Particularly, the development of technology and the
penetration of social media have expanded the scope of bullying, including at Gereja
Bethel Indonesia (GBI) in Cambodia. This research aims to understand the role of
teenagers in preventing bullying on social media, focusing on their contributions in finding
solutions quietly. The study uses a qualitative approach with in-depth interviews with
several active teenagers on social media platform X from the GBI Cambodia community.
The research employs the concept of the Spiral of Silence. The findings indicate that GBI
Cambodia teenagers play a crucial role in identifying, understanding, and responding to
bullying on social media platforms. The study shows that church teenagers initially tend to
feel afraid or hesitant to express opinions on bullying prevention due to their perception as
a minority group. However, through interactions on social media platform X, some
members of this minority group have managed to break the spiral of silence by
courageously voicing their opinions. The results of this research provide valuable insights
into the role of teenagers in combating bullying on social media. Practical implications
include the need for a collaborative approach between teenagers, families, churches, and
other relevant parties to develop effective solutions. Additionally, this study contributes
theoretically to the understanding of how teenagers can become agents of change in
fighting bullying in a digital context.