Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Silalahi, Hanna Ayu Nauli
Subject
MEDICINE
Datestamp
2024-10-09 09:29:40
Abstract :
Keputihan merupakan salah satu permasalahan organ reproduksi yang sering
dialami oleh sebagian besar perempuan. Keputihan yang terjadi pada perempuan dapat
digolongkan menjadi keputihan yang fisiologis atau keputihan yang patologis. Apabila
perempuan tersebut merasa keputihan telah menganggu dirinya; karena volume
banyak, atau disertai nyeri dan gatal; maka harus dipastikan apakah keputihan tersebut
merupakan keadaan patologis, yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan yang
saksama. Keputihan dapat dihindari dengan menjaga kesehatan organ reproduksi
secara benar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara praktik kebersihan
vagina terhadap kejadian keputihan patologis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Indonesia. Menggunakan metode potong lintang, memakai data
sekunder berupa kuesioner dari 60 responden. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa
36 responden (60%) mengalami keputihan fisiologis, sedangkan 24 responden (40%)
mengalami keputihan patologis. Responden dengan praktik kebersihan vagina yang
kurang berjumlah 9 (15%), yang cukup baik berjumlah 40 (66,7%) dan yang baik
berjumlah 11 (18,3%). Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara praktik
kebersihan vagina dengan kejadian keputihan patologis dengan p= 0,000.
Kata kunci : Keputihan, praktik kebersihan vagina, keputihan fisiologis, keputihan
patologis. / Vaginal discharge is one of the reproductive organs problem that has been
experienced by most women quite often. It can be classified into physiological
discharge or pathological discharge. If the woman feels that the discharge has been a
burden; with abnormal volume or accompanied by pain and itching; it must be
ascertained whether the discharge is a pathological condition, requiring careful
examination and care. Vaginal discharge can be avoided by maintaining the health of
reproductive organs (vaginal hygiene).
This study aims to determine the relationship between vaginal hygiene against
pathological vaginal discharge event among students of Faculty of Medicine in
Universitas Kristen Indonesia. Using cross sectional method, using secondary data in
the form of questionnaire from 60 respondents. The result showed that 36 respondents
(60%) had physiological discharge, while 24 respondents (40%) had pathological
vaginal discharge. The respondents with bad vaginal hyiene behavior were 9 (15%),
with decent vaginal hygiene behavior were 40 (66,7%) and with good vaginal hygiene
behavior were 11 (18,3%). The results showed that there was a relationship between
vaginal hygiene behavior and pathologic vaginal discharge with p= 0.000.
Keywords : Vaginal discharge, vaginal hygiene, physiological discharge, pathological
discharge.