Abstract :
Jumlah anak yang menderita stunting secara global saat ini adalah sekitar 150,8 juta
balita atau 22,2% pada tahun 2017 di dunia mengalami stunting. Data prevalensi
balita stunting yang dikumpulkan World Health Organization (WHO) untuk
indonesia sebesar, 36,4% pada tahun 2005-2017. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun
2013, prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun (balita) di Nusa Tenggara
Timur (NTT) mencapai 40,3 %,. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) angka kejadian stunting di Kabupaten Sikka pada tahun 2018 mencapai
33 %. WHO merekomendasikan untuk memberikan ASI secara eksklusif sampai bayi
berusia 6 bulan dan memberikan MP-ASI sejak bayi berusia 6-24 bulan diteruskan
dengan pemberian ASI sampai dengan usia 2 tahun atau lebih. Standar ini
direkomendasikan karena terbukti dapat menurunkan angka kematian anak dan
meningkatkan kualitas hidup ibu. Pemberian MP- ASI yang tepat mulai usia enam
bulan akan mengurangi risiko malnutrisi terutama kejadian stunting dan wasting.
Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Ibu tentang Pemberian MP-ASI sangat berperan
penting dalam mengurangi kejadian stunting, ini dikarenakan pengetahuan dan sikap
yang baik terhadap pemberian makanan pendamping ASI akan menyebabkan seorang
ibu mampu menyusun pola makan yang baik untuk dikonsumsi oleh bayinya dan
ketepatan dalam pemberian MP-ASI. Semakin baik pengetahuan gizi seseorang maka
ia akan semakin memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang diperolehnya untuk
dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap
dan praktik ibu tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada usia 24-60
bulan di (UPTD) Puskesmas Beru, Kelurahan Waioti, Kabupaten Sikka tahun 2019.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan
secara cross sectional, dimana variabel sebab atau risiko dan akibat atau kasus yang
terjadi pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan secara simultan (waktu
bersamaan). Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji
validitas dan reliabilitasnya serta dengan melakukan pengukuran antropometri
terhadap balita 2-5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan anak yang mengalami
stunting adalah 41 anak (53.2%). Terdapat hubungan bermakna pengetahuan, sikap
dan praktik ibu tentang Pemberian MP-ASI tentang kejadian stunting yakni
(p=0.723), (p=0.700) dan (p=0.601).
Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Praktik, MP-ASI, Stunting. / The number of children experiencing global stunting, currently, around 150.8 million
children under five or 22.2% in 2017 in the world to improve stunting. The data
percentage on the prevalence of stunting toddlers collected by the World Health
Organization (WHO) was 36.4% in 2005-2017. Based on the results of Riskesdas in
2013, the prevalence of under-five children (NTT) reached 40.3%. Based on the
results of the Basic Health Research (Riskesdas) the incidence of stunting in the
Sikka Regency in 2018 reached 33%. WHO recommends giving exclusive
breastfeeding until the baby is 6 months old and giving complimentary foods since
babies aged 6-24 months is continued with breastfeeding until the age of 2 years or
more. This standard is recommended because it is proven to reduce child mortality
and improve the quality of life of mothers. Proper breastfeeding from the age of six
months will reduce the risk of malnutrition, especially the incidence of stunting and
wasting. Knowledge, Attitudes, and Practices of Mothers about Giving breast-feed
are very important in reducing the incidence of stunting, this is because knowledge
and good attitude towards complementary feeding will cause a mother to be able to
arrange a good diet to be consumed by her baby and accuracy in giving
complimentary food. The better understanding of a person's nutrition, the more he
will pay attention to the type and amount of food he consumes. This study aims to
determine the relationship of knowledge, attitudes, and practices of mothers about
giving complementary foods for infants with the occurrence of stunting at the age of
24-60 months in (UPTD) Beru's Public health center, Waioti suburbs, Sikka regency
in 2019. The methodologies used in this research were analytic survey research with a
cross-sectional approach, where the cause or risk and effect variables or cases that
occur in the research object are measured or collected simultaneously. The data is
collected using a questionnaire that has been tested for validity and reliability as well
as by anthropometric measurements of toddlers 2-5 years. The results showed that
stunting was 41 children (53.2%). There is a significant relationship between
knowledge, attitudes, and practices of mothers giving of complementary foods with
the stunting namely (p = 0.723), (p = 0.700), (p = 0.601).
Keywords: Knowledge, Attitude, Practice, MP-ASI, Stunting.