Abstract :
Sindrom Koroner Akut (SKA) dibagi menjadi tiga kelompok, yang terdiri atas
ST-segmen elevasi infark miokard, non-ST-segmen elevasi infark miokard, dan
angina tidak stabil. SKA menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi,
sehingga penatalaksnaan tepat sangat diperlukan. NSTEMI dan angina tak stabil
memiliki gambaran klinis yang sangat mirip, tetapi hal ini dapat dibedakan
dengan pemeriksaan biomarker jantung yang positif pada NSTEMI. Keadaan
yang menyebabkan terjadinya STEMI sebagian besar disebabkan oleh plak
coroner yang rupture, sehingga terjadi proses pembentukan thrombus yang akan
menyumbat arteri coroner, ada beberapa penyebab dari formasi ini yang
menyebabkan NSTEMI. Adanya aliran yang terbatas akibat thrombus, misalnya
pada plak stabil, vasospasme pada angina Prinzmental, emboli coroner, atau
arteritis coroner. Keluhan tipikal pada pasien dengan NSTEMI biasanya nyeri
pada area substernal, yang dapat muncul saat istirahat atau aktivitas minimal.
Nyeri yang dirasakan umumnya terasa lebih dari 10 menit dan mungkin dapat
menyebar ke daerah lengan, leher atau rahang.Riwayat penyakit dahulu atau
riwayat penyakit keluarga, ECG dan enzim penanda jantung merupakan evaluasi
awal yang penting dilakukan. Pemeriksaan EKG perlu dilakukan secepatnya pada
pasien dengan keluhan nyeri dada atau dengan dugaan kondisi SKA. Hasil
pemeriksaan EKG normal tidak mengecualikan SKA dan NSTEMI. Elevasi
segmen ST atau ST depresi anterior perlu dicurigai adanya STEMI sampai benarbenar terbukti dan diberikan penatalaksanaan yang tepat. Adanya kondisi dengan
NSTEMI, meliputi ST elevasi, ST depresi, atau gelombang T terbalik, maka perlu
dilakukan pemerikaan ulang atau pertimbangan interval antar gelombang atau bila
gejala yang sama timbul.
Kata kunci: keluhan klasik ACS, evolusi, NSTEMI, ST elevasi, ST depresi,
fibrinolitik, dan PCI. / Acute Coronary Syndrome (ACS) can be divided into subgroup of ST-segment
elevation myocardial infarction (STEMI), non-ST-segment elevation myocardial
infarction (NSTEMI), and Unstable Angina (UA). ACS carries significant
morbidity and mortality and the prompt diagnosis, and appropriate treatment is
essential. STEMI diagnosis and management are discussed elsewhere. NSTEMI
and unstable angina are very similar, with NSTEMI having positive cardiac
biomarkers. While the cause of this mismatch in STEMI is nearly always coronary
plaque rupture resulting thrombosis formation occluding a coronary artery, there are
several potential causes of this mismatch in NSTEMI. There may be a flow-limiting
condition such as a stable plaque, vasospasm as in Prinzmental angina, coronary
embolism, or coronary arteritis. The ?typical? presentation of NSTEMI is a
pressure-like substernal pain, occurring at rest or with minimal exertion. The pain
generally lasts more than 10 minutes and may radiate to either arm, the neck, or the
jaw.History, ECG, and cardiac biomarkers are the mainstays in the evaluation. An
ECG should be performed as soon as possible in patients presenting with chest pain
or those with a concern for ACS. A normal ECG does not exclude ACS and
NSTEMI. ST elevation or anterior ST depression should be considered a STEMI
until proven otherwise and treated as such. Findings suggestive of NSTEMI include
transient ST elevation, ST depression, or new T wave inversions. ECG should be
repeated at predetermined intervals or if symptoms return.
Keywords: classical symptoms of ACS, evolution, NSTEMI, ST-elevation, STdepression, fibrionolytic, and percutaneous intervention (PCI).