Abstract :
Setiap wanita memiliki keluhan yang berbeda beda saat menstruasi, namun tidak
sedikit dari mereka mengalami nyeri (dismenorea) sehingga menimbulkan rasa tidak
nyaman. Kondisi tersebut dapat bertambah parah bila disertai dengan kondisi psikis
yang tidak stabil, seperti stres. Karena stres akan menimbulkan suatu respons
neuroendokrin yang menyebabkan peningkatan kontraksi yang berlebihan pada uterus
dan menyebabkan dismenorea. Penelitian ini menggunakan desain analisis korelasi
(correlational study) dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian
ini adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia angkatan
2018. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu
berjumlah 96 mahasiswi. Hasil Uji Statistik Chi-Square didapatkan nilai Pearson ChiSquare yang diperoleh adalah 0,01 yaitu (p< 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan antara stres dengan kejadian dismenorea primer pada mahasiswi
FK UKI Angkatan 2018. Sedangkan nilai koefisien R (Spearman Correlation) adalah
0,510. Dengan demikian, stres merupakan salah satu penyebab dari dismenorea
primer yang dialami oleh wanita, sehingga diperlukan untuk menstabilkan kondisi
psikis nya seperti me manajemen atau mengendalikan stres yang dialami.
Kata Kunci: Stres, Dismenorea, Mahasiswi. / Every woman experiences different sickness during menstruation, and most of them
experience the sore (dysmenorrhoea), as it caused discomfort. This condition would
be worsen if psychological condition is unstable, such as having stress. Stress will
cause a neuroendocrine response that causes excessive contraction of the uterus
therefore causing dysmenorrhoea. This study uses a correlation analysis design
(correlational study) with a cross sectional approach. The population of the study are
the students of the Faculty of Medicine of Indonesian Christian University in 2018.
There are 96 students in total that were used as the object of the sample.The ChiSquare Statistical Test Results obtained Asymp values. Sig. (2-sided) obtained was
0.01, i.e. (p <0.05), In conclusion, there is a relation in between the stress and the
reaction of primary dysmenorrhoea on the students of FK UKI 2018. While the value
of the coefficient R (Spearman Correlation) is 0.510. Thus, stress is one of the causes
of primary dysmenorrhoea experienced by women, thereforeit is necessary to
stabilize the psychological condition such as to manage or restrain the stress
experience.
Keywords: Stress, Dysmenorrhoea, Student