Abstract :
Teknologi informasi dalam dunia konstruksi arsitektur, rekayasa, dan konstruksi semakin
efektif dan berkembang pesat dalam industri pembangunan, salah satunya adalah Building
Information Modeling (BIM). Dengan menggunakan teknologi BIM, para pemangku
kepentingan mampu mensimulasikan proyek konstruksi secara akurat dalam bentuk model
3D yang memvisualisasikan bangunan secara lengkap. BIM merupakan teknologi informasi
yang terintegrasi untuk seluruh siklus bangunan, mulai dari perencanaan hingga
pemeliharaan. Konsep BIM melibatkan seluruh informasi tentang penggunaan pemodelan,
perincian, rekayasa, gambar, dan pelaporan manajemen dalam pemodelan 3D. tujuannya
adalah menciptakan pemodelan yang efektivitas dinamis guna meningkatkan produktivitas
pekerjaan desain terhadap konstruksi bangunan. Efektivitas penggunaan teknologi BIM
dalam manajemen konstruksi sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya dan
kesiapan para pemangku kepentingan dalam menggunakannya. Untuk memaksimalkan
penggunaan teknologi BIM, diperlukan pelatihan yang tepat, serta kualitas data dan
informasi yang akurat dan terperinci. Untuk mengetahui efektivitas implementasi BIM,
penulis melakukan observasi lapangan terhadap proyek gedung yang sedang menerapkan
teknologi BIM. Permasalahan umum dalam proyek konstruksi, seperti keterlambatan waktu
pekerjaan dan kurangnya koordinasi antar para pemangku kepentingan, untuk mengatasi
permasalahan ini digunakan teknologi BIM untuk mendeteksi masalah, seperti konflik
desain, penundaan waktu, dan biaya berlebihan. Teknologi BIM diimplementasikan sebagai
solusi untuk mengoptimalkan seluruh pekerjaan dalam proyek. Penelitian ini menggunakan
BIM, pada level BIM 4D Autodesk Naviswork, untuk sinkronisasi pemodelan 3D dengan
jadwal Microsoft Project pada proyek. Metode analisis komparatif digunakan untuk
membandingkan efektifitas waktu penjadwalan BIM 4D dengan metode tradisional. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa implementasi BIM 4D untuk penjadwalan pekerjaan struktur
24 lantai menghasilkan visualisasi 3D dengan durasi 294 hari, lebih cepat 66 hari 18,33 %
lebih efisien dibandingkan dengan Microsoft Project dengan durasi 360 hari. Selain itu,
analisis Clash Detection mengidentifikasi 1022 Clash yang berpengaruh pada elemen
struktur. BIM 4D dapat meningkatkan visualisasi dan efisiensi manajemen penjadwalan
proyek konstruksi.
Kata kunci: BIM, Level BIM 4D Penjadwalan, Deteksi Bentrokan, Microsoft Project. / Information technology in the fields of architecture, engineering, and construction is increasingly
effective and rapidly advancing within the building industry, one example being Building
Information Modeling (BIM). By employing BIM technology, stakeholders are capable of
accurately simulating construction projects in the form of comprehensive 3D models that visualize
buildings in their entirety. BIM represents integrated information technology for the entire building
lifecycle, from planning through maintenance. The concept of BIM involves comprehensive
information concerning modeling usage, detailing, engineering, drawings, and management
reporting within 3D modeling, aiming to create dynamically effective models to enhance design
productivity in building construction. The effectiveness of BIM technology in construction
management is significantly influenced by resource availability and stakeholders' readiness to utilize
it. Maximizing the use of BIM technology necessitates appropriate training, as well as high-quality
and detailed data and information. To assess the effectiveness of BIM implementation, the author
conducted field observations on a building project currently employing BIM technology. Common
issues in construction projects, such as work delays and lack of coordination among stakeholders,
are addressed using BIM technology to detect problems such as design conflicts, delays, and cost
overruns. BIM technology is implemented as a solution to optimize all project tasks. This study
utilizes BIM, at the BIM 4D level with Autodesk Navisworks, to synchronize 3D modeling with
Microsoft Project scheduling in the project. Comparative analysis methods are employed to compare
the scheduling effectiveness of BIM 4D with traditional methods. Research findings indicate that
implementing BIM 4D for scheduling a 24-floor structural work project resulted in a 3D
visualization lasting 294 days, which is 66 days (18.33%) more efficient compared to Microsoft
Project with a duration of 360 days. Furthermore, Clash Detection analysis identified 1022 clashes
in structural elements. BIM 4D can enhance visualization and project construction scheduling
efficiency.
Keywords: BIM, BIM 4D Level Scheduling, Clash Detection, Microsoft Project