Abstract :
Pelaksanaan pembangunan konstruksi gedung bertingkat tinggi memiliki berbagai macam pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan selama proses konstruksi tersebut berlangsung. Risiko yang terjadi pada suatu proyek konstruksi dapat berakibat pada keselamatan pekerja yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja yang terjadi dan dapat menimbulkan lost time injury sehingga mengganggu stabilitas kinerja proyek tersebut. EDGE 2 merupakan suatu proyek high risk building yang akan difungsikan sebagai gedung data center. Metode manajemen risiko menjadi parameter yang penting dalam menganalisis keberhasilan suatu proyek konstruksi. Manajemen risiko merupakan proses mengidentifikasi, menganalisis, memberikan penilaian dan tindak penanganan terhadap risiko yang ada pada proyek EDGE 2. Metode manajemen risiko yang ditetapkan harus dilaksanakan dengan baik pada tahapan dan rangkaian pekerjaan yang ada pada suatu proyek konstruksi. Penerapan manajemen risiko yang sesuai dengan prinsip SMK3 akan membuat kinerja proyek terkait keselamatan dan kesehatan kerja dapat tercapai. Manajemen risiko harus diterapkan pada seluruh rangkaian yang ada pada proyek konstruksi mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian terhadap risiko-risiko yang memungkinkan terjadi pada proyek EDGE 2.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang membuat manajemen risiko sangat diperlukan dalam mengidentifikasi risiko yang ada, menganalisis sejauh mana implementasi manajemen risiko yang diterapkan pada proyek EDGE 2 berpengaruh dalam memberikan tindak penanganan terhadap risiko yang ada, mengevaluasi implementasi manajemen risiko yang diterapkan pada proyek EDGE 2, serta efektivitas penerapan manajemen risiko pada proyek EDGE 2. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam mengimplementasikan metode manajemen risiko pada proyek EDGE 2 berupa pembuatan izin bekerja (permit to work), audit dan laporan inspeksi, review penilaian risiko (MSRA), pelatihan terkait High Risk Activities (HRA) terhadap pekerja, dan site walk. Kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek EDGE 2 berada pada tingkat RWDC, MTC, FAC, dan near miss. / The implementation of high risk building construction has various kinds of work
and activities carried out during the construction process. Risks that occur in a
construction project can impact worker safety due to work accidents that occur and
can cause lost time injuries, thereby disrupting the stability of the project's
performance. EDGE 2 is a high risk building project that will function as a data
center building.Risk management methods are an important parameter to analyzing
the success of a construction project. Risk management is the process of identifying,
analyzing, providing assessments, and taking action to deal with risks that exist in
the EDGE 2 project. The established risk management methods must be
implemented properly at the stages and series of work in a construction project.
Implementing risk management in accordance with SMK3 principles will enable
project performance related to occupational safety and health to be achieved. Risk
management must be applied to the entire series of construction projects including
aspects of planning, organizing, implementing and controlling risks that may occur
in EDGE 2 projects.This research was conducted to determine the factors that make
risk management very necessary in identifying existing risks, to analyze the extent
to which the implementation of risk management applied to the EDGE 2 project has
an effect in providing treatment measures for existing risks, to evaluate the
implementation of risk management applied to the EDGE 2 project , as well as the
effectiveness of implementing risk management on the EDGE 2 project. Several
efforts can be made to implement risk management methods on the EDGE 2 project
in the form of making permits to work, audits and inspection reports, risk
assessment reviews (MSRA), training related to High Risk Activities (HRA) for
workers, and site walks. Work accidents that occurred on the EDGE 2 project were
at the RWDC, MTC, FAC and near miss levels.