Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Juliet, Elisabeth Gracelia
Subject
MEDICINE
Datestamp
2024-09-11 07:57:16
Abstract :
Inseminasi intrauterin merupakan teknik bantuan reproduksi dengan cara
memasukan secara langsung spermatosoa yang bergerak kedalam kavum uteri pada
waktu yang tepat pada siklus menstruasi pasien, dimana sebelumnya dilakukan
preparasi terhadap sperma. Sekitar 2 minggu sesudah dilakukan inseminasi, maka akan
dilakukan tes kehamilan untuk mengetahui keberhasilan inseminasi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi
intrauterin yang ditinjau dari metode preparasi sperma Swim Up di Morula IVF Jakarta
Periode Juni- Oktober 2018.
Penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimental dan bersifat deskriptif
analitik. Data diambil secara retrospektif dengan penelusuran dokumen terdahulu yaitu
rekam medis pasien .Sampel berjumlah 277 data pasien yang dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah rekam medis yang terdiri
dari nomor rekam medis,usia istri,usia suami ,volume pra wast,konsentrasi pra
wash,motilitas pra wash. Data dianalisis menggunakan univariat. Hasil penelitian ini
menunjukkan kejadian hamil terbesar 16,7 % pada usia istri dibawah 25 tahun dan
paling rendah 35-40 tahun sedangkan yang diatas 40 tahun tidak teerjadi kehamilan,
volume sperma diatas 5ml (13,3 %) dan paling rendah pada volume sperma dibawah
2 ml (8,7 %), konsentrasi dibawah 15 Jt (25%) dan diatas 30 Jt (12,1%), mortality 30-
39 %.dan paling kecil pada tingkat mortality dibawah 30 %
Kata kunci: Infertilitas,Inseminasi Intrauterin,Preparasi sperma. / Intra-uterine insemination is a replacement assistance technique by directly
spermatosoa being transferred to the uterine cavity at the right time in the patient's
menstrual cycle, which was previously prepared for sperm. About 2 weeks after
insemination, a pregnancy test will be conducted to determine the success of
insemination.
This study was conducted to study the success rate of intra-uterine insemination in
terms of the Swim Up sperm preparation method at Morula IVF Jakarta Period JuneOctober 2018.
This study uses non-experimental research and analytical descriptive analytics. Data
is taken retrospectively by tracing the issued documents, namely the patient's medical
record. The samples taken by 277 patients were selected using purposive sampling
technique. The instruments used were medical records consisting of medical record
numbers, wife's age, husband's age, pre-waste volume, pre-washing concentration,
pre-washing motility. Data were analyzed using univariate. The results of this study
indicate the highest incidence of pregnancy 16.7% at the age of the wife under 25 years
and the lowest 35-40 years while above 40 years does not occur pregnancy, sperm
volume above 5ml (13.3%) and the lowest in sperm volume in 2 ml (8.7%), composition
below 15 Jt (25%) and above 30 Jt (12.1%), mortality 30-39% and the smallest at a
mortality rate below 30%
Keywords: Infertility, Intrauterine Insemination, Sperm Preparation.