Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Yoshua, Eric Hizkia Andrey
Subject
MEDICINE
Datestamp
2024-09-19 09:32:07
Abstract :
Jahe-jahean (Famili; Zingiberaceae) sudah dikenal dan dipergunakan oleh
masyarakat sebagai tanaman obat sejak berabad-abad yang lalu. Senyawa metabolit
sekunder yang dihasilkan tumbuhan Zingiberaceae ini umumnya dapat menghambat
pertumbuhan patogen yang merugikan kehidupan manusia, diantaranya bakteri
Escherichia coli dan Bacillus subtilis, serta beberapa mikroba lainya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak jahe terhadap pertumbuhan bakteri
Escherichia coli dan berapa konsentrasi yang memiliki pengaruh terbesar pada bakteri
Escherichia coli. Konsentrasi uji yang dipakai pada penelitian ini adalah 10%, 30%,
50%, 80% dengan konsentrasi 100% sebagai kontrol positif. Metode Kirby bauer
antibiotic test dilakukan sebanyak 10 kali pada tiap sampel. Zona hambat yang
dihasilkan pada penelitian ini diukur menggunakan jangka sorong dengan tingkat
ketelitian 0.01mm. Hasil penelitian yang dilakukan pada 5 sampel konsentrasi ekstrak
jahe menunjukan besar zona hambat yang berbeda dengan diameter yang terbesar oleh
sampel dengan tingkat konsentrasi 50% sebesar 15.03 mm. Dari penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa tingkat konsentrasi ekstrak jahe merah mempengaruhi
pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Kata Kunci: Antimikroba, Escherichia coli, Jahe merah. / Ginger (Family Zingiberceae) are known and used by many people as
medicinal herbs for centuries. Secondary metabolite compound that Zingiberceae
family produce hamper pathogen growth that harmful towards human, such as
Escherichia coli, Bacillus subtilis, and any other microbes. This research aiming for
learning the influence of red ginger extract towards Escherichia coli bacterium and
how much concentration that have most influence towards Escherichia coli growth.
Concentration used in this research are 10%, 30%, 50%, 80% using 100% concentrate
as positive control. This research using Kirby bauer antibiotic test 10 times for each
concentration sample. Clear zone created by sample are measured using calipers that
have 0.01mm accuracy. Result of 5 concentration sample of red ginger extract showing
different clear zone to each sample with the largest clear zone created by 50%
concentration sample (15,03 mm). From this result, we can conclude that concentration
level of red ginger extract influencing growth of Escherichia coli bacterium.
Search key: Antimicrobial, Escherichia coli, red ginger.