Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi
interpersonal dan kepuasan kerja baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama dengan kinerja kepala sekolah. Penelitian dilakukan terhadap kepala sekolah
SMK Swasta di Kota Tangerang dan sebagai sampelnya adalah kepala sekolah
yang terpilih secara acak. Variabel penelitian terdiri dari komunikasi interpersonal
(X1), kepuasan kerja (X2) dan kinerja kepala sekolah (Y).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode lapangan
(field research) melalui metode penelitian survei dengan pendekatan korelasional.
Populasi dalam penelitian adalah seluruh kepala sekolah dari SMK Swasta di
Kota Tangerang sebanyak 54 orang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 35 orang,
dan sampel ujicoba sebanyak 19 orang yang ditentukan dengan menggunakan
teknik pengambilan sampel secara acak (simple random sampling).
Data diperoleh melalui instrumen penelitian yang berupa kuesioner dengan
skala Likert, yang terdiri dari 35 butir pernyataan (item) untuk masing-masing
variabel. Melalui perhitungan validitas dan reliabilitas diperoleh kuesioner valid
dan reliabel untuk variabel X1 sebanyak 33 item, X2 sebanyak 31 item dan Y
sebanyak 32 item. Pengujian persyaratan analisis dilakukan dengan menggunakan
uji normalitas, dan linieritas. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa data
penelitian berdistribusi normal dan hubungan variabel-variabel bersifat linear.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa 1) terdapat hubungan yang
positif dan kuat antara komunikasi interpersonal dengan kinerja kepala sekolah
SMK Swasta di Kota Tangerang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien
korelasi (r) sebesar 0,605 dan nilai thitung (4,367) lebih besar dari ttabel (2,035).
2) Terdapat hubungan yang positif antara kepuasan kerja dengan kinerja kepala
sekolah SMK Swasta di Kota Tangerang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai
koefisien korelasi (r) sebesar 0,631 dan nilai thitung (4,668) lebih besar dari ttabel
(2,035). 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal
dan kepuasan kerja secara bersama-sama dengan kinerja kepala sekolah SMK
Swasta di Kota Tangerang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi
ganda (R) sebesar 0,658 dan nilai Fhitung (12,185) lebih besar dari Ftabel (3,295).
Berdasarkan hasil penelitian di atas, penulis memberikan saran agar
kepala sekolah menciptakan komunikasi interpersonal yang baik dengan para
guru. Selain itu perlunya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dengan
fasilitas kerja yang memadai, sehingga kepala sekolah akan merasa puas dan pada
akhirnya memotivasi kepala sekolah untuk menunjukkan kinerja yang baik. /