Abstract :
Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan
emosional yang terkait dengan perubahan hormonal biasanya timbul 7 sampai 10 hari
sebelum periode menstruasi dan menghilang ketika menstruasi dimulai. PMS dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah status gizi dan asupan gizi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi dan asupan gizi
dengan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) pada mahasisiwi Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Indonesia angkatan 2015/2016.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan
crosssectional. Sampel berjumlah 60 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik
random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari
beberapa pertanyaan tertutup, formulir foodrecall 24 jamdan food frequency
questionnaire. Data dianalisis menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan (p<0,05) antara status gizi
(p=0,002) dan asupan gizi karbohidrat (p=0,022), lemak (p=0,000), vitamin B6
(p=0,001), magnesium (p=0,000), kalsium (p=0,000), makanan pokok (p=0,00),
protein nabati (p=0,00), protein hewani (p=0,00), sayuran (p=0,00), buah-buahan
(p=0,017), susu dan olahannya (p=0,003) dengan kejadian Premenstrual Syndrome
(PMS). Hal ini menunjukkan bahwa kejadian PMS dapat terjadi jika mahasiswi
mengalami underweight dan kurang asupan gizi.
Kata kunci: Status Gizi, Asupan Gizi, Premenstrual Syndrome, PMS. / Premenstrual Syndrome (PMS) is a set of physical and emotional symptoms
which is associated with hormonal changes that occur 7 to 10 days before the
menstrual period and disappears when menstruation begins. PMS can be caused by
several faktors, among them are nutritional status and nutritional intake. This study
was done to find out the correlation of nutritional status and nutritional intake with the
incidence of Premenstrual Syndrome (PMS) in female students faculty of medicine
Christian University of Indonesia year of 2015/2016.
This research used analytical design with cross sectional approach. The
population of this study were all female students of the 2015/2016 University of
Indonesia Medical Faculty. The number of sample was 60 female students were
selected using random sampling technique. The instrument used a questionnaire
consisting of several closed questions, food recall 24 hours form and food frequency
questionnaire. The data were analyzed using chi-square test.
The results of this study showed that there was correlation between nutritional
status (p = 0.002) and nutritional intake of carbohydrate (p = 0.022), fat (p = 0,000),
vitamin B6 (p = 0.001), magnesium (p = 0,000), calcium (p = 0,000), staple foods (p
= 0,00), vegetable proteins (p = 0,00), animal proteins (p = 0,00), vegetables (p =
0,00), fruit (p = 0.017), milk (p = 0.003) with the incidence of Premenstrual Syndrome
(PMS). This study showed that the incidence of PMS can happen due to underweight
and low nutritional intake.
Keywords: Nutritional Status,Nutritional Intake, Premenstrual Syndrome, PMS.